Setiap orang pasti pernah mengalami “dipertanyakan” oleh orang lain. Seolah kita tidak dipercaya. Entah oleh atasan di kantor, rekan kerja, rekan bisnis, teman kuliah, teman gereja, orangtua, dll. Saya punya pengalaman pribadi… Begini ceritanya…
“Kamu kemana aja?! Udah malem kok baru pulang?!” kata mama ke saya satu malam.
“Pergi sama T (seorang teman baik yang memang seperti “supir taxi, karena punya “karunia” mengantarkan teman-teman yang rumahnya jauh-jauh selesai acara di gereja),” jawab saya lirih karena agak shock kok ditanya dengan nada keras seperti itu.
Mama saya masih sempat mengeluarkan 1 kalimat dengan nada kesal setelah saya jawab.
Saya cukup sedih, karena tidak dipercaya. Padahal selama ini saya tidak pernah “macam-macam”. Teman-teman saya juga anak baik-baik semua. Waktu itu umur saya sudah nyaris 30. Saya diperlakukan seperti anak kecil.
Satu kali saya juga merasa tidak dipercaya oleh papa. Umur saya sudah di atas 30. Saya juga tidak pernah melakukan hal-hal yang menurut saya bisa dijadikan “dasar” kenapa saya tidak dipercaya. Tapi ini yang mengharukan…
“I believe in you,” adalah kalimat yang tiba-tiba muncul di hati waktu saya begitu sedih ketika sedang dalam pelayanan di gereja karena masih merasa “tidak dipercaya”.
Betapapun saya menjaga catatan hidup saya bersih, orang lain tetap akan mempertanyakan. Faktornya banyak. Kurang komunikasi. Kurang dekat. Kurang terbuka. Ada unsur iri hati, fitnah pun muncul. Dan lain-lain faktor mungkin ada. Tapi terlepas dari itu semua, pelajarannya adalah ini: tidak dipercaya orang lain itu biasa. Nah, yang luar biasa adalah, ketika kita tetap bisa menjaga integritas pribadi (tetap melakukan yang benar) sekalipun orang lain mempertanyakan diri kita.
Waktu yang akan membuktikan bahwa kita adalah orang yang bisa dipercaya. Dan ingat ini: Tuhan juga yang akan memberikan pembelaannya kepada kita, tanpa kita duga caranya seperti apa. Bahkan berbicara seperti ini kepada kita: I believe in you… sekalipun orang-orang lain tidak memercayaimu….
Jangan pernah menyerah untuk selalu hidup benar, karena Tuhan sangat percaya bahwa kita mampu hidup benar!
Bahkan ketika orang-orang salah memahami kita, Tuhan tidak pernah salah paham terhadap kita…
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Mazmur 27:10
T_T
hahahaha…. nih si T muncul… miss you so much!!
I love my mom and my dad kok T!
I believe in you