“Na! Nanti baliknya kita lewat situ ya! Aku takut ga kuat kalau liat tas itu lagi. Daripada aku nanti tergoda untuk beli,” kata E, teman saya.
“Ah! Panas lewat situ,” jawab saya.
“Ya udah, aku lewat situ deh, kamu situ!” katanya.
Maka berpisahlah kami. Saya lewat jalan dimana berjejer baju+tas yang dijajakan para pedagang bazzar. Dan si E lewat di pinggirannya, yaitu di tepi parkiran mobil dengan posisi jalan lebih rendah dibanding jalan yang saya lalui.
Ada tipe orang yang harus benar-benar “menghindar”kan dirinya dari “godaan” berbelanja barang yang tidak perlu. Saya tidak seperti itu. Si E, asal matanya tertumpu kepada persentase diskon, dia langsung tergiur dan beli. Saya bingung dan bertanya-tanya, buat apa? Begini jawabnya: “Mumpung diskon!” Padahal barang yang sama masih dimilikinya di rumah. X_X
Tapi saya menghargai “tindakan”nya tadi. Menghindar! Karena dia tahu dan sadar bahwa dia tidak bisa menahan dirinya terhadap godaan.
Buat saya, godaan itu adalah kalau saya melihat “gorengan”! apapun itu, asal gorengan judulnya… saya seperti harus berperang dan berjuang keras supaya tangan ini jangan sampai terulur untuk mengambil dan memakannya. Beberapa kali gagal. Tapi akhirnya saya bisa mengendalikan diri (maksud saya “cukup bisa”). Whew!
Apa godaan yang suliiiitt untuk kita atasi? Latihlah diri kita dengan ini: MENGHINDAR ketika kita tahu bahwa kekuatan kita pasti kalah melawan si godaan.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. (Yakobus 1:14)
Yep, RUNNNNNNNNNNNNNN …….