Pentingnya Kesepakatan

Pernahkah kita bekerja dalam satu tim yang menangani satu proyek yang sama, namun sesama anggota tim tidak memiliki kesepakatan satu sama lain? Atau bahkan lebih parah, sesama anggota tim saling “cakar-cakaran”?

Saya pernah berada dalam satu tim yang amat sangat solid yang membuat kenangan saya tidak pernah bisa lepas dari masa lalu yang satu itu, karena terlalu indah untuk dilupakan. Untuk satu pendapat, kami bisa dengan mudah mencari titik temu dan sepakat. Alhasil, suasana kerja jadi begitu nyaman. Ini yang disebut kesepakatan.

Dalam ruang dan peristiwa apapun, kesepakatan sangat penting dimiliki. Contoh, dalam berteman, kesepakatan membuat perjalanan pertemanan menjadi langgeng. Dalam pernikahan, ketika suami dan istri berhasil sepakat dalam banyak hal penting (prinsip-prinsip kehidupan) maka pernikahan pasti bertahan menghadapi topan-badai sehebat apapun. Dalam mendidik anak, kedua orangtua harus sepakat menciptakan pola asuh yang sama atau sekalipun agak berbeda tapi paling tidak disetujui dan bisa diterima oleh salah satu orangtua.

Ketika sebuah hubungan atau organisasi kehilangan kesepakatan, tidak perlu susah-susah menebak, kita akan tahu hubungan atau organisasi tersebut tidak akan berumur lama. Sekalipun bisa bertahan, kualitasnya dipastikan menurun seiring berjalannya waktu.

Kesepakatan bisa dicapai jika setiap yang terlibat memiliki kerendahan hati, antara lain dalam hal:
1. mau dan rela menerima pendapat pihak lain jika pendapatnya tidak lebih baik
2. mengakui kesalahan atau pendapatnya yang ternyata tidak bisa dipertahankan.
3. berani mengakui keunggulan atau kelebihan pihak lain di depan orang-orang.

Amos 3:3 Can two walk together, except they be agreed? (KJV)

Kesimpulannya, kesepakatan hanya bisa didapat lewat kerendahan hati. Berdoalah untuk bisa menjadi orang yang mengerti nilai kerendahan hati dan menjadi orang yang rendah hati. Dan berdoalah supaya orang-orang yang rendah hati itu semakin “menjamur” di tengah-tengah kita.

Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri. (Filipi 2:3)

Dan akhirnya hendaklah Saudara-saudara seia sekata dan seperasaan. Hendaklah kalian saling sayang-menyayangi seperti orang-orang yang bersaudara. Dan hendaklah kalian saling berbelaskasihan dan bersikap rendah hati. (I Petrus 3:8)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pentingnya Kesepakatan

  1. christian says:

    aq se7 dengan segala pendapat anda buuuu,,,, saia juga bisa menerima keadaan klo pendapat kamu lebi baik buuuu, saia juga bisa mengakui kesalahan saia buuuuuuuoooooOooo, hiks,,,,,,,,,,,, dan trakhir saya mengakui keunggulan dan kehebatanmu buuuu houwaaaaaaaa……… hiks hiks hiks…….. (ga rela mode on),,,,,,,,, woi boekoe loe d beleee d mana woooi,,,, gue kemaren cari d warteg sebela greja ga ada boooo………

  2. Inspirations says:

    Ya iyalah Chris, moso bukuku di warteg sorong? Apa elu mau jadi distributornya di Sorong? bolehlah dititip di warteg, yg penting pembayaran elu di muka ajah, beli putus gitu…😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s