“Sisir dulu rambutnya…”

Hari ini ada yang lucu…
“Ik, ik, let’s play Ik!” kata keponakan saya si M.
Saya pun buru-buru melepas handuk yang membungkus rambut sehabis keramas. Maksudnya mau bersiap main.

Tapi ternyata….
“Ik sisir dulu rambutnya Ik… baru maen. Rambutnya jelek…” lanjut si M yang membuat saya tersapu-sapu bingung.
“Masa mau maen bola ama dia aja disuru sisir rambut dulu,” kata saya geli dalam hati.
“Okay!” I said to him, then entered my room to comb my hair.

Lalu saya keluar lagi dan bertanya: “Is my hair good enough now?” secara saya sisirnya asal lurus saja.

Dan apa katanya?
Dia menganalisa rambut saya dan berkata, “It’s ok-lah..” ditambah ekspresi pasrah.

Jiah!!! Keponakan yang satu ini memang sangat memperhatikan penampilan, tapi bukan penampilannya sendiri, melainkan penampilan orang lain.

Dia menyukai wanita dengan postur tubuh yang kurus.

Satu kali kita jalan-jalan di sebuah mall di luar kota dan bertemu tanpa sengaja dengan calon istri sepupu saya yang badannya lurus, eh kurus!
Tiba-tiba…. Dia memeluk si calon dari belakang!!
Waduh!! Kali ini giliran mamanya (the mom of M) tersapu-sapu malu melihat “tindakan nekat” itu…

Pernah satu kali dia berpesan ke sepupu saya yang badannya sangat subur sebelum berangkat pulang ke rumahnya di luar kota.
“Ik jangan gendut lagi ya!”
Ampuuuunnn…. Beruntunglah sepupu saya justru terpacu untuk berdiet, gara-gara kalimat keponakan tadi…

Fiuh… anak kecil jaman sekarang emang bedaaaa sama jaman dulu ya….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Funny. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s