TEGAR SEPERTI PAPA MAMA

Biasanya, kalau sakit, saya suka “cari konfirmasi” apakah penyakit saya parah atau tidak. Tapi konfirmasi yang saya cari bukan dari dokter, melainkan dari ortu! Gatau kenapa, begini-begini (maksudnya tampak luar tidak terlihat), saya sesungguhnya sangat memercayai ortu.

Jadi misalnya sakit, saya akan panggil mama untuk bertanya, “Kok aku gini ya Mah, aku gini, kepalaku sakit, belum pernah aku seperti ini, bla3…” Naaah… biasanya… Mama saya langsung bilang, “Nggak apa-apa!” Jawaban singkat yang membuat hati saya tenang. Dari reaksi Mama, saya akan berkesimpulan, “Saya pasti sembuh!”

Untuk penyakit yang lamaaa tidak sembuh-sembuh, semisal batuk, atau pernah timbul bercak-bercak di kulit sampai kurang lebih setahun, saya akan “cari konfirmasi” ke Papa. Biasanya, Papa punya solusinya, yaitu diajak ke dokter, atau sinshe (di samping kata-katanya, yang selalu “menenangkan” juga… ).

Tapiiii… sebagai orang yang sedang sakit, pikiran negatif entah kenapa selalu lebih kuat dibanding pikiran positif. Jadi kalau saya merasakan “belum pernah sakit seperti ini sebelumnya”, sementara Mama bilang, “Nggak apa-apa! Pasti sembuh!”, terkadang saya malah bete. “Gimana sih, anaknya sakit dianggep enteng!” itu pikiran saya yang lagi bete karena kepingin dianggap “sakit parah”… Aneh memang.

Puji Tuhan, sekarang saya mengerti bahwa konfirmasi dari mereka yang selalu “positif” sangat membantu.

Beberapa hari terakhir kami sekeluarga harus dihadapkan dengan satu masalah yang cukup “berat”. Salah seorang anggota keluarga didiagnosa cancer, dan dirawat di RS aneh yang serba tidak jelas informasinya.

Sekali lagi saya mencari konfirmasi dari mereka, dan… puji Tuhan iman mereka masih tetap kuat. Entahkah itu hanya di depan anak-anaknya, sementara hati mereka juga hancur, was-was, bimbang waktu mereka sendirian, atau benar-benar “kuat” karena percaya bahwa TUHAN pasti memberikan kesembuhan.

Saya harus tegar seperti mereka. Karena ketegaran dan iman itu membuat hal yang mustahil terjadi menjadi mungkin… Di samping itu, saya langsung teringat, kejadian-kejadian waktu saya sakit dan Mama bilang, “Nggak apa-apa! Pasti sembuh!” membuat iman saya melonjak tinggi! Sementara itu saya juga terbayang, seandainya saya sakit, lalu dibesuk oleh seseorang dengan ekpresi “pucat pasi” setelah melihat kondisi saya yang (seandainya) sakit, saya pasti akan semakin “hilang pengharapan”….

Puji syukur kepada TUHAN yang memberikan orangtua hebat seperti mereka!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Faith. Bookmark the permalink.

One Response to TEGAR SEPERTI PAPA MAMA

  1. Loren says:

    Thank you for reminding me Ms. Liem.
    You are totally right!! only to our God, Jesus Christ that we can fully believe just like we believe
    our parents on earth. But more than parents, God known better than all of us. HE loves us more than we can imagine or understand.
    Praise Him forever and ever!

    Love You Jesus!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s