“Dekorasi” only is not enough

Selasa kemarin (16/11/10) saya pergi bersama beberapa teman untuk “survey” tempat.

Dan saya terkaget-kaget, karena oh karena… tempat yang disurvey masih buerantakan!! Debu di sana-sini, tembok masih abu-abu, alias masih warna semen! Begitu juga lantainya! Abu-abu! Tapi kata teman saya, “Oh! Kalau hari Minggu disulap jadi bagus! Nggak ketauan kok kalau kayak begini. Gua aja baru liat aslinya kek gini!”

Saya pun menjawab, “Wah! Hebat juga tukang dekornya!” Karena saya melihat suasana “berantakan abis” tapi ternyata setiap hari Minggu sudah bisa dipakai untuk ibadah!

“Sulapan,” kata teman saya.

Kalau ruangan yang buruk rupa bisa “disulap” jadi cantik, pastinya sih, manusia juga bisa lho (“menyulap” dirinya)! Wong yang “nyulap” ruangan tadi juga manusia. Karena manusia itu diciptakan sebagai makhluk pintar, kreatif, segambar dan serupa sama PenciptaNYA, jadi pasti bisa melakukan apa saja… termasuk mendekorasi dirinya sendiri… Oops!! Nggak boleh ya? Tuhan lebih melihat hati soalnya.

Kalau menyulap supaya enak diliat secara kasat mata, rambut rapi, baju rapi, sepatu, tas, semua rapi secara keseluruhan sih, masih dalam taraf “dekorasi” yang baik-baik saja. Tapiiii kalau sudah menyulap kepribadian? Hmm… repot ya…

Kelihatannya tulus, tapi ternyata bulus… Kelihatannya jujur, tapi tukang tipu. Kelihatannya berintegritas tapi taktiknya segudang, cerdik seperti ular, tapi tidak tulus. Kelihatannya “rohani”, padahal “rohana”. (X_X)

Mending jangan suka “mendekorasi” kepribadian deh, karena kerepotannya sama, bahkan jauh lebih repot.

Kalau ruangan tadi cuma repot beberapa hari bongkar dan pasang dekorasi sesudah dan sebelum hari Minggu, maka manusia yang suka “kamuflase” bakalan repot menetapkan jati dirinya kalau suka “bongkar-pasang” kepribadian….

Lama-lama hati nurani bisa mati sepertinya. Sudah tidak tahu lagi, apa nilai-nilai hidup yang seharusnya dia ikuti. Terlebih lagi Firman Tuhan… mana yang seharusnya dijalankan karena perintah Tuhan, dan mana yang seharusnya sama sekali tidak dilirik, karena memang dilarang Tuhan….

Jadi, dekorasi only is not enough. Jadilah diri sendiri yaaanggg memang baik dan benar, luar dan dalam! Caranya: ikuti prosesnya Tuhan, jangan lari….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s