Less Of Me?

Hmm… siang ini sy dikirimi teman “renungan” soal more of God, less of me. Saya pikir-pikir artinya seharusnya adalah begini: kalau less of me, berarti waktu orang lain liat kita, mereka harus bisa liat Tuhan, atau setidaknya bayangannya Tuhan, adalah kita.

Anehnya, seringkali kita bicara less of me, tapi ketika orang lain melihat ke kehidupan, perkataan, tingkah laku kita, mereka tidak bisa liat Tuhan.

Saya mengakui, memang susyaaaah praktek dari “teori” renungan tadi. Tapi yang saya mau bahas bukan cuma itu.

Buat pasangan suami istri, seharusnya jg berlaku “hukum tadi”. Maksud saya, ketika mereka sudah jadi 1 daging, orang lain bisa melihat “suami” atau setidaknya bayangan dari sang suami, waktu mereka melihat si istri. Sebaliknya, waktu orang lain liat si suami, mereka bisa melihat “bayangan” istrinya di situ.

Dan dari “kesatuan” tadi, suami-istri jadi pribadi masing-masing yang jauh lebih baik. There should be an improvement in each personality after they got married.

Tapi ada juga sih, pasangan yang waktu saya liat istrinya, membuat saya berkata, gak heran deh, suaminya jg kek gitu…. Sama2 angkuh, belagu, sok dan tinggi hati. Oops.. I am too emotional…

Dengan idealisme pribadi, saya ingin sampaikan bahwa pasangan sepadan dan seimbang itu seharusnya begini:

Karena suaminya punya integritas tinggi, maka ketika orang lain melihat istri dari suami itu, orang juga menemukan integritas dalam kualitas yang sama seperti yang dimiliki suaminya. (bukan istri yang tidak bisa dipercaya).

Karena suaminya sangat rajin dan tekun dalam bekerja, maka ketika orang lain melihat istri dari suami tersebut, orang juga melihatnya sebagai istri yang rajin dan tekun, persis seperti si suami. (bukan istri yang pemalas).

That’s what I called seimbang dan sepadan.

Mengapa mereka bisa seperti itu? Karena mereka punya hubungan baik, sehat, dan benar.

Seperti itu juga hubungan kita dengan Tuhan.

Jadi don’t say “More of God and less of me” dengan begitu gampang, ketika kita tidak punya hubungan baik, sehat dan benar dengan Tuhan. Karena… ya itu tadi… kalau less of me, kok orang lain gak bisa liat Tuhan dari kita? Bertanyalah dan berubahlah… it’s not easy, but it’s not impossible (saya pinjam kalimat “dalem” ini dari Bapak GW)….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s