Tuhan Mengerti Rasanya Ditinggalkan

Beberapa waktu sebelum Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib, dia berkata, (Matius  27:46) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Tuhan Yesus sangat mengerti bagaimana rasanya “ditinggalkan”.

Saya punya seorang sahabat Beberapa tahun lalu dia bergumul akan “panggilan Tuhan” dalam hidupnya. Dia merasa harus mencari konfirmasi dari para hamba Tuhan, yang dia yakini cukup “akurat” dalam memberi konfirmasi. Nyatanya? Banyak dari mereka justru membuat dia semakin bingung. Sebagai sahabatnya, saya mendukung 110% keputusannya untuk menghidupi panggilan Tuhan. Langkah demi langkah dia mulai lalui.

Beberapa minggu sebelum dia terbang menuju “panggilannya”, saya mendengar tangisannya untuk pertama kali. Bingung, galau, kacau, letih, berbeban berat, semua dia tanggung “sendirian”. Orang-orang yang diharapkannya bisa memberikan kata “ya”, “go for it”, none of them gave her what she needed. Thank God akhirnya dia mengambil keputusan untuk maju terus dan sekarang dia masih hidup dalam panggilan Tuhan, tanpa peduli betapa berat perjuangannya selama itu (sampai sekarang). Katanya, “Passion gua atas mereka (orang-orang yang dilayaninya) yang bikin gua bertahan!”

Saya bersyukur karena kejadian di atas kayu salib punya makna begitu dalam, besar, dan luar biasa. Kalau teman saya mungkin merasa ditinggalkan, dan harus berjuang sendirian, benar-benar perjalanan hidup yang sangat berat memang. Tapi, lewat Paskah tahun ini, saya dibuat Tuhan mengerti bahwa DIA pun pernah merasakan hal yang sama, bahkan jauh lebih berat dari setiap pengalaman ditinggalkan yang pernah saya (dan manusia manapun) lalui….

Percayalah bahwa di atas setiap penderitaan kita karena merasa sendirian, ditinggalkan, tidak dimengerti, diremehkan, dibuang, ditolak, dianggap tidak layak, TUHAN mengerti itu semua, karena di atas kayu salib, DIA dengan sengaja membiarkan diriNYA mengalami semua penderitaan itu supaya bisa mengerti sepenuhnya apa yang kita alami…

Selamat Paskah!

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Love. Bookmark the permalink.

4 Responses to Tuhan Mengerti Rasanya Ditinggalkan

  1. Loren says:

    Kadang memang kita alpa bahwa Kasih TUHAN itu BESAR !!! Tuhan berkorban dan mengorbankan putraNya sendiri. Memang mudah apa ?
    Kita aja ngga semudah itu berkorban untuk diri sendiri… buktinya hidup masih mau se-enak-enaknya aja🙂

  2. Erna Liem says:

    hehehe… iya ya… duh jadi malu sendiri membaca kalimat elu: “kita aja ngga semudah itu berkorban untuk diri sendiri…buktinya hidup masih mau seenak2nya aja”… Dalem…

  3. End Benteng Gading says:

    Emang ditinggal sendiri ga enak, sedih, kecewa, patah hati bahkan terlintas ingin mati, tapi pertolongan Tuhan ga pernah terlambat, tanpa sadar Tuhan menguatkan kita & membuat kita jadi orang yang baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s