It’s a date…

Pagi itu, saya baru sempat membaca kiriman renungan dari Max Lucado.com. Judulnya sederhana, “I am a new Christian”. Hmm… cukup menggelitik rasa penasaran saya untuk pingin baca sebenarnya, tapi tertunda beberapa hari. Pas saya sedang jenuh hari itu, jadilah saya isi kebosanan ini dengan melakukan seperti yang dulu biasa saya lakukan. Maksudnya, membaca dengan bersuara artikel2 bahasa Inggris yang masuk ke email saya.

(Bukan) kebetulan kalau pas juga di ruangan sedang tidak ada orang. Saya menikmati suara sendiri berbicara selayaknya orang asing (baca: bukan alien, tapi orang bule…. Hehehe dan cieeee) membaca “I am a new Christian” tadi. Menyenangkan!

Ternyata… isinya mengharukan. (I’m deeply moved by it).

Saya suka dengan pernyataan dari tulisan tadi: A quiet time with God is very similar to a date. Seorang sahabat (sepertinya) sedang berbunga-bunga, karena tiba-tiba nge-date dengan teman lamanya. Hmm… seorang sahabat yang lain mendadak heboh. “Dandan yang cantik ya,” katanya ke sahabat yang akan nge-date tadi. “Tapi lakuin buat diri sendiri juga, maksudnya kalau kamu dandan cantik kan kamu akan feel comfort with yourself,” tambah sahabat saya.

Ya! Ya! Ya! Saat teduh itu seperti waktu kita menjalani kencan dengan someone whom we love. Menyenangkan! Kita menyediakan waktu dan tempat khusus untuk nge-date. Tempat khusus itu yang akan me-refresh ingatan kita akan momen-momen berdua kita bersama Tuhan. Tempat khusus dimana kita merasa sangat nyaman untuk berdua saja bersama Tuhan. Dalam jangka waktu sesuka kita, tanpa perlu diburu-buru karena cukup waktu untuk kita mengutarakan isi hati dan mendengar apa isi hati Tuhan.

Selama nge-date dengan Tuhan, kita membawa Alkitab, media untuk Tuhan berbicara sama kita. Selama itu juga, kita menyediakan hati yang menyimak. Memperhatikan Kekasih hati kita dengan baik. Tidak cuma mengangguk-angguk padahal tidak mengerti, tapi sungguh-sungguh paham dan “konek”.

Seperti “dating” itu sendiri, begitulah saat teduh bersama Tuhan. Kita tidak mungkin beralasan sibuk kalau kita akan nge-date sama sang kekasih. Dan selama itu pula, kita sungguh-sungguh menghargai waktu-waktu bersama dan membuat “dating” jadi istimewa.

Saya akan memperbaiki quiet time saya dengan Tuhan, dan menjadikannya “dating time” yang sangat istimewa…supaya bisa mendengar suaraNya, dan mengerti isi hatiNya. (terinspirasi dari “I am a new Christian”nya Max Lucado)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s