Gratis Ongkos Bajaj

Pagi itu saya naik bajaj ke gereja. Setelah beberapa menit menunggu tanpa ada BJ (baca: bije, artinya bajaj) yang lewat, tiba-tiba muncul satu. Saya cegat lalu tawar. Sebenernya sudah ada yang aneh dari ekspresi si bapak tukang BJ. Seperti orang yang “kurang ½ ons”. Menatap saya dengan tatapan bengong. Awalnya bingung, ini bapak kagum sama saya yang cakep, atau apa. Tapi ternyata tidak (walaupun saya tetap cakep). Bapaknya memang begitu ekspresinya, menatap bengong2 aneh.

“15 ribu!” katanya membuka harga setelah saya sebutkan lokasi tujuan.
“10 ribu deh,” jawab saya.
“12 ribu,” katanya.
“10 ribu aja,” kata saya.

Si bapak diam, masih dengan ekspresi bengongnya itu, lalu mengangguk pelan. Saya pikir dia setuju dengan tarif 10ribu.

Di tengah jalan…
“Nyebrang ya?” dia bertanya.
“Iya!” jawab saya. (Lha wong lokasi yang saya tuju memang harus nyebrang perempatan besar kok. Masa saya turun di lampu merah lalu berjalan kaki nyebrang? Pertanyaan yang aneh, pikir saya.)

Tidak berapa lama, si Bapak nyaris salah jalan. Maaasa dia mau lurus ke depan, padahal harusnya belok kanan! Saya tepuk pundaknya.
“Bapak mau lewat mana? Kan tinggal lurus, sampe!” kata saya.
Dia pun memundurkan bajajnya nyaris menabrak kendaraan belakang (masih dengan ekspresi bengong anehnya itu). Ampuuunnn…

Setibanya di lokasi, saya memberinya 10ribu, mengucapkan terima kasih, lalu berjalan meninggalkan si tukang BJ.

Tiba-tiba…
“Neng! Neng! Berapa ini?!!” katanya begitu saya balik lagi.
“Loh! Tadi saya bilang 10ribu Bapak mau kan…” jawab saya.

Dalam hitungan detik, dia marah.
“Nih! Nih! Kalau 10ribu mending nggak usah!” katanya menaruh dengan paksa uang 10ribu saya di atas tas saya.
Saya agak kesal juga, karena saya bertanya, “Jadi maunya berapa?” Dia sudah emosi dan menjalankan bajajnya.

Setelah itu saya ambil uangnya, saya juga berjalan meninggalkan dia.
Rupanya dia semakin “tidak waras”, berteriak-teriak menyumpahi saya. Saya yang tidak tahu mau bagaimana, berjalan terus saja meninggalkan dia.

Ada-ada saja. Padahal hari itu Minggu. Saya janjian sama teman untuk ke gereja. Perasaan jadi tidak enak selama beberapa lama. Ah!! Akhirnya saya gratis ongkos BJ. Ckckck… baru sekali ini saya digratisin tukang bajaj… Dasar orang aneh!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s