What A Happy Day!

Hari itu Senin, 18 Juli 2011, hari pertama saya tidak ngantor! Heh? Iya betul! Saya memutuskan berhenti dari kantor lama.
“Rasanya gimana?” tanya seorang teman baik di kantor.
“Wenaaaak!” jawab saya.

Tapi walaupun tidak ngantor, jadwal saya “ketat” hari ini. Saya sudah berencana potong rambut, setor uang sekaligus ganti buku ke bank yang terkenal capek antri, lalu ke Mangga Dua beli sepatu plastik di toko seorang teman dan sudah kontek-kontekan beberapa kali tanya tipe dan ukuran sepatu yang saya mau. Janjian di tokonya jam makan siang.

Ehm.. seharusnya masih ada jadwal lain setelah itu. Yaitu membeli resleting untuk jahit-menjahit dompet kain pesanan teman. (whew!). Tapi puji Tuhan, kemarin tiba-tiba saja tanpa rencana, saya pergi bersama sahabat mengantarkan sahabat lain ke rumah sekaligus tokonya yang memang menjual resleting!! Haleluya!! (Saya pun memborong 3 lusin resleting…ckckck… à biasa aja sih rasanya)

Ok, now back to topic for this day!

Paginya sekitar jam 9, saya bertanya ke adik ipar soal tukang potram langganannya, apakah bertugas atau off di hari Senin. Dia pun dengan sigap mem-bbm kasir salon dan dijawab “tugas”! Lalu dia juga mem-booking untuk saya bisa digunting jam 10 pagi!

Sebelum bbmnya dijawab, saya baru ingat, seharusnya saya sudah melakukan “checking” terakhir untuk buletin INSIDE edisi Agustus 2011, buletin yang dibagikan gratis dengan “sokongan” dana empat wanita cantik (ehem!) (termasuk saya lowh!) semalam! Tapi karena semalam saya harus menginap di rumah sahabat, jadilah pagi ini, saya baru ingat untuk melakukan kewajiban yang satu ini. Puji Tuhan, tidak ada kesalahan berarti, sehingga lay out+isi buletin bisa langsung “dibakar” didalam CD kosong.

Bertepatan dengan selesainya pengecekan buletin, saya langsung berganti pakaian lalu meluncur ke salon. Mendapatkan tempat parkir yang sangat nyaman. Menunggu si tukang potram datang… dan saya pun mem-bbm adik ipar.

“Maknyos! Tukang potramnya belum dateng nih! Sebelum aku dah ada 1 tante, dan nanti kan 10.30 dah ada langganan lain kan? Keknya aku terakhir digunting nih setelah mereka…” begitu bunyi bbm saya.
Tidak berapa lama telepon salon itu berbunyi dan diangkat oleh kasirnya.

“Iya, iya, Kak Erna duluan kok!” kata si Mbak Kasir.

Demi mendengar itu, begitu telepon ditutup, saya nyengir ke si Mbak.
“Adik saya ya Mbak?” tanya saya basa-basi.
“Iya,” katanya.

Berkat telepon pamungkas tadi, saya digunting pertama kali! Puji Tuhan and thanks to my sister in law! (Saya pernah menunggu dari jam 9 pagi sampai jam 1.30 siang baru beranjak pergi dari salon ituuuuh! Terlalu!)

Tahap demi tahap rambut saya digunting dan sampai pada bagian poni, yang berarti sudah hampir selesai….tiba-tiba…

“Mbak Evi! Abis ini siapa yang digunting?” tanya tante yang datangnya jam 9, bahkan sebelum kasirnya datang.
“Yang itu, karena kan dia jam 10.30 udah telepon mau diguntingnya,” jawab Mbak Evi sambil menunjuk seorang wanita lain yang selesai dikeramasin.

“Loh! Kok bukannya saya? Saya pulang aja deh nih! Udah nunggu dari tadi! Nggak bisa gitu dong Mbak Evi! Siapa yang dateng duluan, itu yang dilayani, bukan siapa yang telepon. Kalau kaya gitu, yang dateng duluan bisa nunggu sampe malem dong kalau duluin yang telepon! Nggak professional tuh Mbak Evi kalo kaya gitu!” semprot si tante.

Dan Mbak Evi-nya pun kecut. Lalu menjawab, “Jangan (pulang) dong. Sebentar lagi kok…”.

Akhirnya, setelah diomelin, pelanggan yang janjian via telepon untuk 10.30 digunting, terpaksa menunggu si tukang potram menggunting rambut si tante lebih dulu. Dia kena dampak. Saya juga… guntingan poni saya jadi kriwis-kriwis… kemungkinan besar karena bertepatan dengan semprotan si tante yang mengagetkan dan membuat si tukang potram gusar… Yah… begitulah.

Tapi terlepas dari semuanya… saya happy!! Selesai di-blow, saya bayar di kasir, tipping, lalu pulang. Parkir di pinggir bank, melongok ke bank, dan ternyata bakal capek antri, maka saya langsung pulang. Makan siang. Lalu meluncur ke Mangga Dua. Sebelum ke toko itu untuk lihat sepatu, saya ingat bahwa ada mesin setor uang di M2M. jadilah saya setor lewat mesin! Puji Tuhan! (berarti besok saya tinggal ganti buku saja, tidak perlu antri untuk setor uang).

Sesampainya di toko itu…
“Yah Mbak! Kok sebelah kanan kegedean? Sebenernya sebelah kiri juga kegedean sih. Dan ini kenapa ya, pinggirannya agak kendor?” kata saya ke si Mbak penjaga toko.

Saya batal beli. Sudah mau pulang, tapi kebelet buang air kecil….
“Mbak, toiletnya dimana ya?” tanya saya to the point ke seorang penjaga toko.
“Oh! Itu di pojokan sana!” jawabnya sambil menunjuk ke pojokan.
Saya pun berterima kasih, lalu meluncur ke arah yang ditunjukkan.

Tanpa saya duga…ada “toko” di tengah jalan, yang cuma menggelar meja kecil dengan si encik yang duduk santai sambil ngobrol dengan salah satu pelanggannya yang juga duduk di depannya. Di atas meja kecilnya, berjejeran sepatu-sepatu plastik, tepat seperti yang saya mau!! Haleluya!

Saya pun bertanya ukuran, mencoba, tanya harga, daaaan membelinya!! Puji Tuhan!! Walaupun harganya agak lebih mahal sedikit, tapi saya puazzzz… ukurannya pas (kaki saya kecil, jadi agak susah cari sepatu), warnanya sesuai yang saya cari, daaan plastik pinggirannya rapiii menempel di kaki saya, tidak ada yang kendor!! Haleluya!!

Buru-buru setelah itu saya pulang dan tiba di rumah dengan selamat, aman, tentram, sentosa! Melanjutkan print out dummy buletin, meminta tolong adik saya membakarnya dalam CD, dan menitipkan untuk naik cetak besok. What a happy day!!! Terima kasih Tuhan buat hari ini!! Luar biasaaaa deh!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s