Kungfu Panda 2

Hari itu, Senin, 29 Agustus 2011. Saya nonton Kungfu Panda 2. Selagi menunggu film diputar, tiba-tiba saya mendengar dengkuran seseorang. Saya pikir orang yang di sebelah kiri saya, ternyata bukan, walaupun dia juga ngantuk… Rupanya dari seorang bapak gendut (ups!) yang tadi saya lihat di ruang tunggu bersama anaknya laki-laki yang juga ndut. Lucu anaknya. Exciting mau nonton Kungfu Panda. Dan betapa baiknya si Ayah, yang mau-maunya menemani si anak nonton, sekalipun sepanjang film dia tertidur pulaszzz…

“Inner peace…” begitu kata guru kungfunya si Po di awal-awal cerita. Ternyata “jurus” inner peace inilah yang akhirnya membuat Po memenangkan peperangan melawan seekor merak jahat yang telah membuat Po terpisah dari orangtuanya.

Banyak hal saya pelajari dari film ini. Pertama, “inner peace”. Menurut saya konteksnya begini: ketika damai sejahtera dari Tuhan itu memenuhi hati kita, maka situasi chaos apapun yang terjadi di sekeliling akan membuat kita tetap berkepala dingin, dan merasakan ketenangan supranatural. (supranatural berarti tidak ada alasan kasat mata yang bisa kita jadikan dasar untuk jadi tenang, tapi semua karena ketenangan yang supranatural alias dari Tuhan).

Kedua, keputusan diri sendiri. Si Po yang dibohongi oleh si merak jahat Shen, pada akhirnya tahu bahwa orangtuanya sangat menyayangi dirinya. Mereka meninggalkan Po justru supaya Po selamat dari kejaran para prajurit Shen yang diperintahkan untuk membunuh semua panda di negerinya karena tidak mau ramalan bahwa Shen akan dikalahkan oleh kekuatan putih-hitam (seperti warna bulu panda). Po akhirnya menemukan kedamaian itu, inner peace, setelah tahu betapa orangtuanya menyayangi dia. Berbeda dengan Shen. Dia juga tahu orangtuanya menyayanginya, tapi, dia memilih untuk membenci mereka. Didikan keras ortunya justru membuat dia kepahitan, sekalipun didikan itu untuk kebaikannya, yaitu supaya Shen tidak semakin jahat. Keputusan Po, membawanya kepada kemenangan atas peperangan melawan Shen. Sebaliknya, keputusan Shen menyimpan sakit hati kepada orangtuanya, membawanya kepada kematian.

Film yang lucu (walaupun tidak selucu yang pertama), dan sarat pelajaran kehidupan, Kungfu Panda 2… It’s recommended!!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s