Skill VS Character

“Dimana-mana ada kok orang yang seperti itu…” kata saya kepada sahabat.

Dia sedang menceritakan seorang stafnya, sebut saja A, yang dia katakan dan akui kepintarannya, tapi sayang, hasil kerjanya tidak memuaskan hatinya. (Emang bisa ya begitu? Bisaaa!)

Sahabat saya maunya, kalau A dia suruh mengerjakan 1 hal, kerjakanlah itu dengan segera. Tapi sayang si A suka meremehkan dan mengganggap enteng apa yang dia suruh untuk kerjakan.

Sahabat saya mau si A punya inisiatif, apa-apa saja yang harus dikerjakan lagi (prinsipnya begini: kalau kita disuruh berjalan 1 mil, berjalanlah 2 mil, maksudnya be excellent, berikan hasil yang terbaik!), sehubungan dengan 1 hal yang dia suruh, atau kalau sudah selesai mengerjakan 1 hal itu, jangan diam saja lalu main ‘game’ di kantor (instead of thinking what to do next!). Ini membuat sahabat saya kelabakan, karena merasa harus terus memonitor si A, sementara pekerjaannya sendiri menumpuk. Sahabat saya juga bekerja dalam deadline yang ketat, jadi, semakin “menyebalkan” ketika mendapati bahwa si A harus dia buru-buru terus setiap kali sudah mendekati deadline. (What a….!).

Mendengar ceritanya, muncullah ide untuk menulis tentang skill vs character.

Buat siapapun, skill yang kurang masih bisa “ditutupi” oleh karakter yang baik. Karena orang yang punya karakter baik, pastinya rendah hati, jadi gampang diajar dan belajar. Kalau sudah begini, pasti skillnya juga akan mengalami peningkatan.

Apa itu karakter baik?

Saya pernah melemparkan pertanyaan, “Kamu paling gak tahan sama orang yang seperti apa?”

Berikut jawaban-jawabannya:

  1. suka fitnah
  2. egois
  3. licik
  4. ambisius
  5. sok kuasa
  6. mengangkat diri terlalu cepat
  7. tidak menghargai hal-hal kecil dan memberikan yang terbaik ketika dipercaya untuk melakukan hal-hal kecil
  8. bilang “iya2” tapi tidak melakukan/mengerjakan
  9. nggak mau kalah
  10. sok pintar (walaupun memang pintar, kalau sudah “sok”… sayang deh kayanya… gak elegan aja diliatnya…)
  11. emosional
  12. selalu merasa benar, jadi tidak mau minta maaf
  13. suka bohong
  14. tukang sirik/iri hati
  15. suka merendahkan orang lain
  16. cari muka

Jadi, karakter baik itu kebalikan dari itu semua…. yang saya simpulkan dalam 2 kata, Rendah Hati. Orang yang rendah hati tidak akan melakukan hal-hal di 16 nomor tadi… (Apakah kita punya karakter baik? Jawab sendiri2…)

Sebaliknya, skill yang tinggi, justru tidak ada nilainya, waktu orang itu tidak punya karakter yang baik. Orang boleh pintar, cantik, ganteng, kaya, tapi waktu karakternya tidak baik….. saya cuma mau bilang: “sayang bangeeeet”

 Seandainya dunia ini dipenuhi orang-orang dengan karakter yang baik (it’s not easy, saya juga “jatuh-bangun” dalam membangun karakter yang baik) pasti hidup kita maksimal, hidup orang lain juga jadi maksimal karena karakter baik kita!!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s