Belajar dari Yakub (part 2)

Saya sangat tertarik dan bersemangat ketika membaca kisah Yakub, jadi… bersambunglah pembelajaran saya tentang dirinya (supaya saya gak dikira ngarang crita, maka saya copas ayat2nya dari Alkitab deh…)

Kisah Yakub yang seru ini diawali dari kehidupannya yang nyaman (tinggal bersama ortu dan jadi anak kesayangan) ternyata harus diakhiri. Setelah diberkati ayahnya, sesuai skenario “cerdik” ibunya, Yakub disuruh lari oleh sang ibu, supaya tidak dibunuh Esau.
Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran… Kej 27:43

Sesampainya di rumah Laban, Yakub ditawari Laban, “Mau minta upah berapa lu? Jangan karena elu keponakan sendiri terus elu kerja sama gua kaga gua bayar, pamali atu…” Kira2 begitu percakapan ala betawinya si Laban…
Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu.” Kej 29:15

Tapi Yakub dengan polosnya (cinta emang buta…) cuma minta upah satu: RAHEL!! Ckckck…
Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu. Kej 29:18

Tapi sayang, Laban menipu Yakub. Yang dikasih Laban ke Yakub setelah 7 tahun bekerja bukannya Rahel, tapi Lea! Love is really really blind…. Cintanya kepada Rahel membuat Yakub tetap fokus untuk bisa mendapatkan “upah”nya. Mau-maunya dia kerja lagi sama Laban selama 7 tahun supaya mendapatkan Rahel!
Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi. Kej 29:30

Setelah bekerja bertahun-tahun tanpa upah kecuali istri dan anak, Yakub pun mulai berpikir dan mengumpulkan keberanian. Untuk pertama kalinya Yakub meminta upahnya dari Laban.
Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku bekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku bekerja padamu.” Kej 30:26

Dan oleh kemurahan Tuhan, Laban tiba-tiba sadar bahwa gara-gara Yakublah, dia jadi tambah kaya. Untuk ini, Laban lalu menawarkan untuk memberikan upah kepada Yakub dan meminta Yakub untuk menentukan sendiri upahnya!
Lagi katanya: “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan memberikannya. Kej 30:28

Tanpa segan Yakub pun menjalankan aksi cerdiknya! Setelah ditipu oleh Laban sepuluh kali (Kej 31:41), maka Yakub menawarkan sebuah perjanjian yang karena diucapkan tepat pada waktunya, mendapat persetujuan dari Laban dengan gampang.
Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kambing dombamu dan akan mengasingkan dari situ setiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-belang; segala domba yang hitam dan segala kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku. Kej 30:32

Daaan… kecerdikan dan kreativitas Yakub teruji sangat baik! Hanya dengan metode “dahan hijau” Yakub mendapatkan upahnya yang terbaik!
Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan. Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum. Kej 30:37-38

Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu. Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. Kej 30:41-42

Ckckckck…. Itulah Yakub! Rajin, pekerja keras, tidak gampang putus asa, cerdik, fokus, kreatif! I thank God for this deep lesson!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

One Response to Belajar dari Yakub (part 2)

  1. tinatina says:

    Thanks for studying and writing about Jacob. I’m truly blessed to see the other side of him. May God bless you with more and more wisdom, Errrrrna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s