Semua Sia-sia (Meaningless…)

Menurut Alkitab, Salomo orang yang paling berhikmat di muka bumi ini. Dan menurut orang yang paling berhikmat tersebut, hidup ini sia-sia. “Everything is meaningless”, begitu tulisan dalam bahasa Inggrisnya. Semua tidak berarti. Kenapa? Karena toh semua akan berlalu. Hal baik berlalu, orang baik berlalu (baca: meninggal), hal buruk berlalu, orang jahat pun pasti berlalu.

Seorang teman berkata, “Kalaupun kita sudah mencapai idealisme yang kita inginkan, toh hanya begitu-begitu saja kok rasanya.” Saya setuju.

 Banyak hal dalam hidup yang saya idealkan harus terjadi seperti yang saya mau. Ada beberapa hal yang kesampaian, tapi banyak juga yang tidak sampai pada batas idealisme saya. Ketika sampai, toh begitu-begitu saja (tepat seperti yang dikatakan oleh teman saya tadi, itu sebabnya saya setuju). Dan ketika tidak sampai, saya stres, tidak bisa bersyukur, menjadi sangat labil emosinya, dll. Melelahkan. Dan merugikan. Buat apa seperti itu?

Satu hari seseorang pernah berkata kepada saya, “You have everything, but you can not enjoy!” Shock rasanya dibilang begitu. Tahu darimana? Yang pasti dari Tuhan, karena no one knows apa yang saya alami dan rasakan dalam hati. Saya termasuk orang yang tidak bisa “berpikir” santai. Kata teman saya, “terlalu pemikir”.

Beberapa waktu lalu, akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa, Salomo benar! Teman saya benar! Semuanya sia-sia. Semua akan berlalu. Jalani hidup dengan berserah. Kepada Tuhan. “Lalu apa dong Tuhan yang tidak sia-sia?” tanya saya. Jawaban ini yang muncul di hati, “Hati yang mengasihi Tuhan, tidak akan sia-sia. Segala sesuatu boleh berlalu. Bumi dan segala isinya yang selalu berubah dan tidak bisa diandalkan. Hal buruk yang sedang menanti di depan. Hal baik yang terjadi untuk sementara waktu. Apapun itu tidak boleh merubah kondisi hati. Saya HARUS tetap cinta Tuhan, apapun yang terjadi. Karena itu saja yang tersisa… dan tidak akan sia-sia.

Dan lagu ini pun muncul….
“Meskipun badai silih berganti dalam hidupku… Kutetap cinta Yesus selamanya…..”

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” (Pengkhotbah 12:1)

(Semoga tulisan ini bukan sekedar tulisan muluk. Tapi akan selalu saya ingat selama hidup….)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Love. Bookmark the permalink.

One Response to Semua Sia-sia (Meaningless…)

  1. Loren says:

    Ms.Liem,

    I love reading this article🙂
    so blessed!!!

    We are to love our God, definitely. just like HE did and always does.
    unconditional Love.

    God bless you,
    Loren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s