Keraguan-raguan itu…

Bicara soal dosa. Sepertinya akhir-akhir ini “musuh” kita begitu gencarrr menyuarakan keraguan. Apa hubungannya dosa sama keraguan? Ini…
Keraguan adalah satu senjata ampuh yang dipakai “musuh” dari manusia.  Saya sempat melihat tayangan tentang industri rokok, yang secara terselubung bekerja sama dengan penguasa negeri untuk menyebarkan keraguan tentang apakah nikotin termasuk sebagai zat adiktif! Keraguan ini membuat para konsumen rokok terus merokok, karena ragu, apakah rokok yang dia hisap tiap hari itu memang benda berbahaya! (Yang mereka tahu, rokok itu “enak”). Sekalipun banyak fakta di lapangan, secara medis bahkan terbukti, rokok is the killer. Orang yang sudah mengerti bahayanya rokok, tidak mau lagi merokok. Dalam tayangan itu diperlihatkan, seorang wakil dari produsen rokok ditanya begini, “Apakah kamu merokok?” Jawabnya, “Tidak, saya sudah berhenti merokok. Tapi kalau kamu mau merokok, pakai saja produk saya!” Dengan ekspresi “cengengesan”…. ckckck…

Keragu-raguan apakah yang kita lakukan merugikan/salah/pelanggaran, membuat kita melakukan penundaan untuk berhenti dari melakukan apa yang merugikan/kesalahan/pelanggaran tersebut. Begitu kalimat dalam tayangan yang saya tonton. Konteksnya memang rokok itu tadi. Tapi saya jadi sadar. Seperti itulah cara kerja “musuh” kita!

Dia selalu menyebarkan “keraguan”. “Ah, gak dosa kok. Cuma begini doang mah! Fanatik ah!” adalah suara-suara yang seringkali muncul ketika kita akan melakukan sesuatu yaaang sebenarnya melanggar ketenangan hati nurani. Hmm… itu sebabnya orang dengan gampang dan santai saja berada di daerah “abu-abu”. They don’t even know mana dosa, mana bukan. Lalu… melakukannya…

MANA DOSA, MANA BUKAN?

1 Yoh 2:16-17
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Alright,  jangan bicara “dosa” dulu deh ya, kalau memang kita tidak yakin apakah itu dosa atau tidak. Tapi yuk kita belajar dari ayat atas.

Jelas dikatakan bahwa “keinginan daging”, “keinginan mata”, “keangkuhan hidup”, BUKAN berasal dari Bapa, tapi dari Dunia. Lalu? Lanjutkan bacanya. “Dunia ini sedang LENYAP dengan keinginannya, tetapi orang YANG melakukan KEHENDAK ALLAH tetap hidup SELAMA-LAMANYA.

Nah, sekarang, tempat apa yang bisa kita tinggali “selama-lamanya”? Surga. Hmm.. Jadi waktu “daging” (saya menyebutnya “hawa nafsu” supaya lebih gampang dimengerti) dan mata mulai “nagih” untuk melakukan hal-hal yang diinginkan daaan bertentangan dengan hati nurani (dan Firman Tuhan), kalau kita turuti, itu sudah membuat kita  sedang berjalan “lenyap” dari kekekalan. Cepat atau lambat.

Selama kita masih bernafas, itu berarti kesempatan (another chance from God) untuk bertobat. Jadi, bertobatlah.

CARA MELAWAN

Ada dua cara: Jangan dituruti ketika keinginan daging itu muncul. Dan kenalilah siapa Tuhan yang kita sembah, lebih dan lebih lagi…

Rm 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Selama kita terus memuaskan keinginan daging, mata dan keangkuhan hidup (baca: melakukan semua yang ada di dalam dunia, baca ayat pertama tadi), selama itu pula kita tidak bisa membedakan mana kehendak Allah untuk kita boleh jalankan, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Jadi bagaimana cara melawan itu? Stop! Jangan turuti lagi. Berdoa minta Tuhan kekuatan melawan ketika kita mulai tergoda untuk menuruti keinginan daging. Hiduplah dalam kasih karuniaNya yang selalu cukup buat kita.

Yer 9:23-24
Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Seberapa dalam pengenalan kita akan Tuhan? Itulah yang membuat kita berubah. Ketika kita paham dan kenal siapa TUHAN. Dia memang mengasihi dan setia, tapi juga ADIL dan BENAR….!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s