JATUH DI MANA?

Dalam Matius 13 ada perumpamaan tentang benih, yang pertumbuhannya tergantung jatuh dimana. Ini berbicara soal “pertumbuhan rohani” kita masing-masing dalam Tuhan. Bagaimana kita bisa bertumbuh? Kenapa ada yang bertumbuh, dan ada yang tidak? Ada yang cepat pertumbuhannya, ada yang lambat, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali?

Jawabannya:

1. Tidak mengerti

Ini sering saya alami. Banyak Firman yang tidak bisa saya mengerti. Akibatnya? Firman itu tetap jadi “logos” dan tidak bisa jadi “rhema” atau hidup dalam hidup saya.

Bagaimana kalau tidak mengerti? Teruslah mendengarkan Firman itu. Cari tahu dari orang lain, bacaan rohani, berdoa minta Tuhan beri pengertian.

2. Mengalami penindasan/penganiayaan dan tidak bisa melawan, pada akhirnya malah murtad

Sejak menyerahkan hidup saya sungguh-sungguh kepada Tuhan, tiba-tiba ada yang berubah. Saya kepingin “beda” dari teman-teman. Tidak lagi ingin sekedar main-main atau ikut arus. Dalam hal kecil, seperti mencontek, atau memberi contekan di kelas waktu ujian, tidak lagi saya lakukan. Tentu saja saya mengalami “penganiayaan”. Konteksnya: saya dikatai sebagai “pelit”, “sudah jadi pendeta”, “jangan nyontek sama dia, gak bakalan dikasih”, dan kalimat-kalimat lain yang ditujukan ke saya. Untungnya, saya berani melawan itu semua. Saya tetap berpegang pada prinsip saya soal contek-mencontek tanpa mempedulikan kalimat-kalimat “intimidasi” itu. Awalnya memang berat. Saya sampai harus berbohong, “Gue sendiri kagak tahu apa jawabannya!” begitu kalau saya ditanya teman jawaban ujian nomor tertentu. Tapi lama-lama, saya berani berkata, “Sori ya, gua gak bisa kasih contekan.” Titik. Dan lama kelamaan teman-teman mengerti. Mereka tidak lagi mengganggu saya, karena sudah tahu bahwa mereka tidak bakal mendapatkan apapun dari saya.

3. Kekuatiran dunia

Banyak hal menguatirkan di dunia. Contoh: isu mengenai kenaikan BBM, atau penghapusan subsidi BBM sehingga pemilik mobil pribadi (termasuk mobil-mobil tahun jadul) tidak bisa lagi membeli Premium. Pertamax ke atas is a must! Kebijakan ini memang aneh. Karena di lapangan bakal terjadi banyak “manipulasi”. Pemilik kendaraan umum bisa saja jadi pemasok Premium kepada pemilik kendaraan pribadi karena cuma mereka saja yang dibolehkan membeli Premium. Atau bahkan bakal ada “pengecer” Premium gelap di jalan-jalan supaya pengguna mobil pribadi yang memang biasa menggunakan Premium tetap bisa menghindari membeli Pertamax yang harganya 2x lipat itu.

Kekuatiran ini membuat kita kompromi: membeli BBM gelap (sekiranya di lapangan terjadi seperti itu), atau tidak lagi percaya bahwa Tuhan sanggup memberkati. Tidak percaya bahwa berkat itu datang dari Tuhan. Tidak percaya bahwa Tuhanlah yang mencukupi segala sesuatu. Dsb. Contoh lain? Cari sendiri, karena setiap kita pasti pernah mengalami kekuatiran sampai-sampai meragukan Firman Tuhan.

4. Tipu daya kekayaan

Kekayaan itu punya tipu dayanya. Contoh: Jadi kaya itu pasti enak. Punya banyak uang, bisa melakukan apa saja. Benarkah begitu? Tidak. Punya banyak uang, berarti punya banyak kewajiban, antara lain kewajiban untuk bisa mengelolanya dengan baik, kewajiban menguasai uang dengan baik, bukan sebaliknya dikuasai uang, wajib memberi bantuan untuk orang lain yang membutuhkan bantuan dana, wajib yang lain-lain.
Uang bisa merubah gaya hidup ketika kita tidak punya mental yang kuat. Akibatnya? Uang yang banyak justru jadi jerat dan godaan kita untuk hidup jauh dari Tuhan atau mengandalkan uang lebih daripada Tuhan.

Kerohanian kita, pengenalan kita akan Tuhan, tidak bisa bertumbuh, karena orientasi kita sudah “ditipu” oleh kekayaan itu sendiri.

Memang sih, banyak orang yang merintis usaha dari nol, sehingga ketika kaya, dia tetap hidup secara bijaksana. Mampu mengelola kekayaannya dengan baik dan benar.

Tapi… kenyataan bahwa kekayaan punya tipu daya, adalah kebenaran. Berapa banyak orang jadi bermata gelap ketika jadi kaya. Rumah tangga yang baik-baik jadi hancur karena punya kekayaan. Anak-anak diasuh dengan “uang” dan bukan orangtuanya sendiri. Apalagi? Banyak hal. Belajarlah untuk tidak tertipu oleh kekayaan. Prinsip-prinsip “kaya” yang salah, kiranya tidak kita ikuti. Tandanya: ketika uang sudah membuat kita jauh dari Tuhan, membuat kita lebih mengandalkan uang daripada Tuhan, kita sudah terkena tipu daya kekayaan.

Solusinya?

Diri Sendiri
Kita harus punya pendirian yang teguh. Tanyakan pada diri sendiri, “Mau kubawa kemana hidupku?” Miliki tujuan hidup! Bereskan hati kita dari kepahitan, gambar diri yang rusak, dlsb, bersama Tuhan. Setelah itu kita akan mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Jadi tidak “sekedar hidup”.

Caranya? Go to church regularly, consistently. Di situ kita bisa belajar memuji dan menyembah Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, diajar dan belajar kenal Tuhan secara pribadi, serta mendapatkan hal-hal supranatural (hikmat) untuk kita melakukan banyak terobosan ke arah hidup yang lebih baik dan benar. Kita juga mendapatkan teman/komunitas yang benar.

Ibrani  10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Komunitas yang Benar
Manusia punya pengaruh sangat besar terhadap sesamanya. Kenapa? Karena memang diciptakan Tuhan menjadi makhluk sosial. Jadi yang terjadi dalam hidup kita bisa dua, kita dipengaruhi orang lain, atau orang lain memengaruhi kita. Itu sebabnya Alkitab mengajarkan tentang pergaulan.

I Korintus  15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Dengan siapa kita bergaul, seperti itulah kita. Ingin jadi baik dan benar? Bergaullah dengan orang-orang yang baik dan benar. 

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s