Yang Buruk Tidaklah Buruk

Malam ini saya pulang rumah. Hmm… puji Tuhan, jalanan dari kantor ke rumah sepi. Biasanya saya bisa sampe jam 6.30, tapi ini kurang dari jam 6 sudah nyantai di rumah. Eh, bukan nyantai, tepatnya rempong menyiapkan surat2 pajak. x_x

Gara-garanya surat pajak saya hilang entah kemana. Jadi saya kudu minta copy annya ke HRD kantor dan Senin kemarin baru saya dapatkan. Jumatnya kan libur, dan Kamis ybs kudu nyiapin gajian, jadilah copy SPT saya ditunda sampai Senin baru bisa saya ambil.

Akibatnya? Saya harus pulang rumah menyiapkan berkas SPT sebelum dikirim. Sudah mepet kan. 31 Maret 2012 terakhir SPT.  Puji Tuhan issue demo membuat jalanan cukup lengang hari ini. Ternyata yang buruk itu tidaklah buruk. Sesuai Rom 8:28, my fave verse, semua mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan, yaitu yang terpanggil sesuai rencanaNya. Ingat, kita semuuua dikasihi Tuhan Yesus loh! (Ini pelajaran pertama).

Next!!

Selain SPT, saya juga rempong dengan packing barang pecah belah yang saya pesan ternyata tidak sesuai, untuk saya kembalikan ke distributornya. Ckckck… karena bersemangat packing setelah menemukan karton tebal, mulailah saya menggunakan cutter dan penggaris besi untuk membentuk si karton jadi “kotak” pelindung. Tanpa disangka, saya memotong jari tangan tengah sebelah kiri. Aduh! Perih. Darah mengalir deras, karena lukanya dalam. Saya cuci, lalu sama Papa diolesi obat merah ala China dan lalu saya plester, sesuai intruksi beliau. Hadeh. Nut-nutan rasanya. Aliran darah di ujung jari terasa… Saya sempat berpikir, “Syukur deh, yang kena jari tengah, gak terlalu penting, dan bagian kiri pula.” Jadi masih tidak terlalu saya hiraukan.” Nyatanya?

Untuk melanjutkan packing saya mengalami kesulitan dengan jari tengah yang terluka. Saya minta bantuan Mama, sampai semua selesai. Paket saya tulisi nama pengirim dan penerima. Lalu saya pergi ke TIKI dekat rumah untuk mengirimkannya. Selesai.

Tapi waktu saya akan mandi, ternyata saya juga mengalami kesulitan. Saya tidak bisa lagi bergaya bebas menggunakan ke-10 jari, karena salah satunya terluka. Hadeh! Waktu saya akan mengeringkan badan dengan handuk juga kesulitan. Rupanya… jari  tangan kiri bagian tengah yang saya tidak terlalu hiraukan tadi baru saya sadari kalau punya arti besarrrrr…. Sehingga untuk melakukan hal-hal kecil yang tadinya sangat gampang, harus jadi sulit.

Tuhan mengajarkan saya bahwa setiap luka harus diperhatikan dengan seksama. Dirawat secara khusus, sampai sembuh! Karena sekecil apapun itu, luka membuat kita kesulitan bahkan untuk bisa maksimal dalam mengerjakan hal-hal kecil.

Luka apa sajakah itu? Fisik. Mental. Rohani. Perhatikan secara spesial, dan jangan lelah untuk seek the healing from the Lord! Doa dan tindakan yang benar (seturut hikmat Tuhan) dibutuhkan untuk menangani luka. Dan, berdoalah untuk orang-orang yang kita sayangi untuk memperoleh kesembuhan secara supranatural dan fisik, sesuai yang dibutuhkan.

God bless you!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s