Coretan Angka….

Hari itu saya sengaja meliburkan diri. Entah kenapa, rasanya badan ini pingin di rumah. Jadilah hari itu saya meng-sms teman kantor minta ijin satu hari. Mulai dari pagi saya tenggelam dalam bacaan-bacaan saya, tentang perilaku remaja. Kebetulan lagi diminta teman untuk nulis tentang remaja. Cukup sulit dimengerti karena remaja jaman sekarang jauh sekali pola perilakunya dibanding jaman saya masih remaja beberapa tahun laluuuuu…..

Sekitar jam 11 siang, saya masuk kamar orangtua. Di teras kamar yang terang benderang terkena sinar matahari ada meja bacanya. Saya tarik kursi berwarna abu-abu di kamar itu, dan mulai duduk bersiap membaca. Saya bentangkan salah satu buku dan akan mulai menyimak isinya. Karena paling nyaman posisi tangan harus dilipat, saya pun melipatnya di atas meja berdekatan dengan tepian bawah buku. Tetapi selagi kepala tertunduk, tertangkaplah oleh mata saya bagian atas meja yang juga berwarna abu-abu, penuh coretan angka!!!!

“Betapa kotornyaaaaaa…..!!!!” jerit saya dalam hati….

“Ah!!! Dasar anak kecil!!” kata saya lagi (dalam hati juga).

Yah, begitulah kalau di rumah ada anak kecil. Bidang datar nggak bisa lolos dari semangat coret-mencoretnya. Enggak mungkin saya marahi. Namanya juga anak kecil, lagipula saya sayang sama dia.

Lalu dengan cepat pikiran saya dipenuhi gambaran betapa lucu dan menyenangkannya dia. Kreatif, ceria, tapi kadang cengeng, aktif, cerewet, ramai, pokoknya hebohlah!

Tiba-tiba….. tanpa disangka air mata menetes…..(Saya sendiri kaget, ada apa ya??). Kontan saya tutup muka dengan kedua tangan. Rupanya Tuhan sedang menjamah saya…

Kira-kira begini kalimatNya yang saya tangkap dalam hati, “Seperti engkau mengasihi dia, Aku pun mengasihimu….”  Huuuaaaa….. saya makin terharu.

Beberapa menit saya makin tertunduk lebih lagi….. sambil terus mengusap air mata, kuatir kalau-kalau ada orang lain masuk kamar.

”Ah Tuhan…. Saya memang sayang sama keponakan yang satu itu, terlalu sayang bahkan sampai-sampai saya nggak mungkin memarahi dia atas perbuatannya mengotori meja baca itu.”

Tapi…..

”Masa sih Tuhan juga seperti itu?”
”Masa sih Dia sayang sama saya?”
”Saya sering lho bikin TUHAN kesel”.
”Bahkan nggak jarang saya ngelupain Tuhan…”
”Apalagi kalau keadaan terlalu nyaman….”
”Belum lagi waktu situasi makin gawat….”
”Saat saya dalam kegelisahan yang aneh….”
”Atau terperangkap ke dalam kebosanan yang rasanya tak berujung….”
”Masa sih Tuhan????” saya memberondong TUHAN dengan pertanyaan-pertanyaan ”nggak pede” itu.

JawabanNya memang nggak terdengar jelas, tapi yang pasti….. hati saya…. air mata yang keluar….. semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa saya perhitungkan….
Itu pasti TUHAN…….
(God is really good …… He cares for me and you…..)

(From the book “God, me and my diary”) 

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Love. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s