Cinta Bersemi di Betlehem

Satu hari, sepasang suami istri, Elimelekh dan Naomi, dari Betlehem, merantau ke negara lain, karena negaranya mengalami kelaparan. Sepertinya keputusan mereka salah, kalau dilihat dari kalimat-kalimat keluhan Naomi, sebab ternyata di negara baru sang suami meninggal dunia. Kedua anak laki-laki mereka pada akhirnya juga meninggal dunia disanasebelum memiliki anak. Sehingga pada akhirnya, Naomi hanya tinggal bersama kedua menantu perempuan, yaitu Ruth dan Orpa. Naomi lalu mengambil keputusan untuk “pulang kampung” karena selain ditinggal suami dan anak-anak, dia juga mendengar Tuhan sudah memulihkan kondisi negaranya.

Nah, dalam perjalanan ke sana, Naomi menegaskan sekali lagi kepada Ruth dan Orpa bahwa dia sudah tidak punya apa-apa, jadi mereka boleh meninggalkannya sendirian. Kalau memang tidak mau ikut, tidak apa-apa. Istilahnya begitu. Benar saja, Orpa memutuskan untuk tidak ikut Naomi. Tapi Ruth ternyata bersikukuh tetap ikut. Katanya, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!

Akhir cerita, Ruth dinikahi oleh Boas, seorang pria lajang yang kaya raya, baik hati, murah hati, dan sangat bertanggung jawab. Luar biasa!

Dari cerita di atas, aku mau membahas nilai-nilai yang harus dipunyai oleh pria dan wanita, kalau mereka mau hidup bersama dalam sebuah pernikahan yang bahagia. Apa sajakah itu?

Nilai Seorang Wanita Sejati            

Baik/Kebaikan
Sudah jelas dari cerita tadi dan kalimat Ruth yang “ngotot” tidak mau meninggalkan Naomi, bahwa Ruth adalah wanita yang punya nilai Kebaikan. Dia baik hati.

Buktinya? Dia mengerti kondisi sulit yang dialami mertuanya: ditinggal mati suami dan kedua anak laki-laki, lalu tidak punya harta sama sekali. Yang tersisa hanyalah rasa malu. Ruth tahu karena mendengar keluhan-keluhan Naomi, dan timbullah rasa empati Ruth kepada Naomi.

Untuk dibayangkan, Ruth adalah janda muda, sehingga sangat mungkin untuk menikah lagi dengan pria idamannya yang lain dari negaranya sendiri. Tapi karena mengikuti Naomi, semua orang di negara Naomi pasti tahu apa status Ruth: janda miskin. Secara logika, masa depan seperti apa yang akan dia dapatkan di negara mertua? Tidak ada.

Tapi ternyata kebaikan hati Ruth menuntunnya ke jalan hidup yang lebih baik, yaitu hidup dalam segala kebaikan Tuhan.

Ini pujian dari para wanita di sekeliling Naomi tentang Rut:

….sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki. (Rut 4:15)

Bertanggung jawab
Sesampainya di kampung halaman mertua, Ruth langsung giat bekerja. Dia bertanggung jawab untuk memberi makan mertuanya yang sudah tua dan tidak punya apa-apa.

Bisa dibaca di Rut 2:2: Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”

Rajin
Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti. (Rut 2:7)

Taat
Ruth juga sangat taat kepada Naomi sebagai mertuanya (baca: orangtua satu-satunya yang ia miliki).

Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.

Bermoral Baik
Ini yang dipuji Boas dari Rut:

“Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. (Rut 3:10-11)

Di mata orang sekota pun, Rut dipandang sebagai wanita baik-baik. Luar biasa!

Nilai Seorang Pria Sejati

Tahu Aturan
Atau dengan kata lain: tidak seenaknya sendiri. Hidupnya taat aturan. Mengerti dan menghormati nilai-nilai dalam budaya bangsanya.

Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. (Rut 3:12)

Bertanggung jawab
Dia orang yang bertanggung jawab atas hidup Naomi dan Ruth setelah diberitahu bahwa dialah salah seorang kerabat yang bisa menolong Naomi.

Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.”  (Ruth 3:9)

Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. (Ruth 3:11)

Baik hati
Setelah kerabat yang lebih layak menanggung hidup Naomi tidak bersedia menikahi Ruth, Boas berkata dalam ayat di bawah ini:

“Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi. (Ruth 4:9-10)

Dengan risiko bahwa anak pertama yang dilahirkan Ruth daripadanya akan dianggap sebagai anak dari Naomi. Bukan anak Boas.

Murah hati
Boas memberikan begitu banyak jelai untuk makanan Ruth dan Naomi, mertuanya, tanpa ragu-ragu. Bahkan Ruth juga diberinya perlindungan/keamanan.

Lagi katanya: “Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu.” Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota. (Ruth 3:15)

serta berkata: “Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa.” (Rut 3:17)

Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: “Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Ruth 2:15-16)

Diberkati
Boas direstui dan diberkati oleh para tua-tua, atas kebaikan yang ia berikan untuk Naomi dan Ruth.

Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: “Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!” (Ruth 4:11-12)

Keturunan yang Baik
Boas dan Ruth melahirkan Obed, yang menurunkan Daud, orang yang kepadanya Tuhan berkata, “The man of My own heart”.

Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Ruth 4:17)

Kesimpulannya:
Pasangan yang tepat, punya nilai-nilai jelas yang bisa kita lihat seperti Boas dan Ruth. Dan kesatuan mereka melahirkan keturunan yang luar biasa! Buat teman-teman wanita, nikahilah “Boas” dan jadilah “Ruth”! Buat teman-teman pria, nikahilah “Ruth” dan jadilah “Boas”!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Love. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s