Melangkah dan Tetapkan Tujuan Harianmu!

Kalimat ini tiba-tiba terlintas di pikiran: out of fear or out of faith? Maksudnya, setiap hal yang akan saya lakukan, apakah itu saya lakukan karena takut atau karena saya percaya/beriman kepada Tuhan? Contoh: memutuskan untuk kuliah lagi. Apakah saya sedang “takut” atau menghindari sesuatu sehingga timbul rencana ini? Ataukah saya sedang memercayai janji Tuhan sehingga saya berani melangkah untuk kuliah lagi? Pada akhirnya, saya memutuskan untuk menunda. Ada satu kejadian tepat di hari tes masuk. Maka saya pun mengerti, bahwa saya harus menunda rencana ini, atau membatalkan. Entahlah.

MELANGKAHLAH

Edisi ke depan, buletin yang saya buat bersama 3 teman baik membahas tentang Tujuan Hidup. (Buka ini: www.buletininside.wordpress.com).

Hmm… selama ini sulit buat saya (sesungguhnya) mengerti apa itu tujuan hidup. Karena sepertinya terlalu absurd dan jauuuuh tak terjangkau. Terlebih lagi ada begitu banyak hal yang tidak lagi gampang diprediksi. Dunia gonjang-ganjing makin gajebo alias gak jelas. Emosi dan perasaan saya juga makin gampang ikut gonjang-ganjing. Mungkin orang lain menyebutnya “kurang iman”. Tapi saya tidak setuju. Buat saya ini “manusiawi”. (Bela diri mungkin, Red).

Senin kemarin saya memutuskan untuk pergi ke sebuah bank dekat rumah mengurusi sesuatu. Sampai di sana,  CS-nya berkata, “Sebentar ya, duduk saja dulu. Komputer saya lagi ‘hang”. Hadeeeehhh! “Halangan apa lagi sih ini?!” kata saya, tapi dalam hati. Sejujurnya saya mulai bimbang, apakah rencana saya di bank ini sesuai kehendak Tuhan. Hmm… ruwet kan cara berpikir saya? Yup! Dan semakin ruwet, sampai saya bbm seorang sahabat untuk curhat colongan.

Tiba-tiba ketika sedang menumpahkan isi hati, kekesalan saya kepadanya, CS yang sama memanggil saya. Jangka waktu dari komputernya yang ‘hang’ sampai saya dipanggil kurang lebih 5 menit. Itu pun sudah terpotong dengan waktu saya ke kamar kecil. Tapi dengan begitu mudah saya “putus asa” dan mulai bertanya-tanya, “Apakah ini kehendak Tuhan?”, “Jangan-jangan gue salah langkah”, “Terlalu emosional?”

Padahal, ini urusan kecil. Percayalah. Tapi sampai jadi begitu besar. Small case became so huge for me in a sudden, that time. Memori saya juga terlempar kepada saat dimana saya begitu kecewa dan akhirnya harus menyerah karena sadar bahwa keputusan saya untuk kuliah lagi terlalu terburu-buru. Singkat cerita, urusan di bank itu selesai. Dalam waktu kurang dari 30 menit! Saya masih punya banyak waktu sebelum harus menambah uang parkir jadi dua ribu kali dua. Sisa waktu saya gunakan untuk melakukan urusan di ATM bank sebelah.

Tiba-tiba saja saya mengerti sesuatu…

Yaitu bahwa melangkah maju adalah jauh lebih baik ketimbang hanya berdiam dan do nothing. Kenapa? Sebab dengan melangkah, ada begitu banyak hal baru yang sangat berharga yang pasti akan saya dapatkan. Contoh: ketika saya dengan nekat walaupun masih begitu bimbang apakah harus kuliah lagi, tapi tetap melangkah maju, akhirnya saya mengerti dan sadar bahwa waktunya tidak tepat. (ketika harus berhadapan dengan “insiden” di hari tes masuk). Saya sadar bahwa saya terburu-buru. Lega dan damai rasanya. Aneh, padahal sebelumnya saya begitu gelisah.

Saya tidak akan pernah tahu kapan sesungguhnya waktu yang tepat untuk saya melangkah, atau menunda kuliah kalau saya tidak pergi dari rumah untuk mengikuti tes masuk hari itu. Sebaliknya, saya hanya akan tinggal diam dalam rasa gelisah dan akhirnya pasrah tanpa ada usaha apapun.

Untuk urusan bank, saya juga awalnya sangat ragu. Tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari rumah dan do something instead of do nothing. Meskipun sempat “dihadang” dengan komputer yang ‘hang’. Pada akhirnya saya mengerti bahwa saya sudah mengambil keputusan yang tepat. Lagi-lagi ada rasa lega dan damai di hati.

Dan tahukah teman-teman bahwa dengan melangkah maju, kita akan belajar untuk bergantung atau menjadi dependable dengan Tuhan? Ya. Mengapa? Karena kalau kita diam saja, kita tidak pernah membutuhkan sebuah kuasa dan otoritas yang jauh di atas kita sehingga bisa mengendalikan apa yang tidak sanggup kita kendalikan. Semuanya aman terkendali kalau kita diam saja. Tapi kita tidak belajar apapun. Termasuk belajar untuk mengenal Tuhan lebih lagi.

TUJUAN HIDUP HARIAN

Hari ini sebenarnya saya mau menantang setiap teman-teman untuk menetapkan target harian. Karena kalau bicara soal tujuan hidup, tentu saja terlalu “luas” konteksnya. Baiklah kita batasi saja menjadi “tujuan hidup harian”. Seperti pertanyaan yang tadi terlintas di pikiran saya. Besok saya mau menargetkan sesuatu. Yaitu supaya apapun yang saya akan lakukan, saya melakukannya karena iman, dan bukan karena rasa takut!

Hari besoknya? Bisa saja sama targetnya, tergantung apakah kita sudah bisa mencapai “tujuan harian” tersebut. Kalau belum bisa, ulangi besok, atau beberapa hari lagi. Kalau sudah, tetapkan “tujuan” yang baru. Yang penting setiap hari harus ada target pribadi!

Mungkin ada dari antara teman-teman yang begitu sulit berkata-kata dengan manis kepada atasan yang menyebalkan di kantor? Cobalah untuk berkata-kata dengan nada datar dan tenang. Bukankah dimanapun kita berada, kita harus jadi saksi? Bahkan di antara fellow believers. Atau buat teman-teman yang suliiit mengendalikan nafsu makan setiap kali melihat gorengan tahu, tempe, dkk, di pinggir jalan yang dilewati tiap hari, cobalah untuk stop membeli gorengan hari itu. Tubuh harus dijaga dengan baik. Karena sehebat apapun rencana atau ide kita, tidak akan bisa kita jalankan tanpa kesehatan tubuh yang prima. (Baru flu saja sudah malas kemana-mana. Maunya tiduran di kamar. Apalagi kalau sampai sakit, kolesterol tinggi, penyumbatan pembuluh darah di jantung, stroke, dll, karena kebanyakan makan gorengan? Red)

Selamat mencoba!!

 

 

 

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal. Bookmark the permalink.

One Response to Melangkah dan Tetapkan Tujuan Harianmu!

  1. etto says:

    Thanks for Sharing it. Your story in His story.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s