Mendapat Sambutan Dingin

Cover FinalSore ini, sepulang kantor ada kejadian seru…. Begini ceritanya:

Baruuu beberapa meter keluar dari kantor, saya terima telepon dari teman kantor lama. Dengan nada panik, dia meminta saya ke satu lokasi karena ada acara Natal sebuah kantor yang  sedang “emergency”. Rupanya tim musik yang diundang ke sana, terjebak macetnya ibukota, jadi saya diminta menggantikan.

Saya berputar balik, sambil ikutan heboh terima telepon kiri-kanan. Seorang teman lain juga telepon. Lalu salah satu panitia juga telepon. Waduh3! Saya sempat bingung harus parkir di depan gedung apa, dan terjebak macet padahal sudah tinggal 5 meteran jarak mobil dengan lokasi acara. Sesampainya di tempat, saya sudah ditunggu seorang panitia yang ramah, sebut saja A, untuk diantar ke ruangan dimana acara diadakan.

Tanpa ada yang saya kenal, saya pun mencoba tersenyum untuk sekedar beramah-tamah. Tapi… hmm… anehnya, tidak ada yang melempar senyum ke saya. Padahal menurut saya, ekspresi saya sedang tidak saya tekuk. Sambil sesekali berbincang singkat dengan A, saya mencoba melihat-lihat keadaan. Benar-benar “dingin” sambutannya. Tapi tidak masalah buat saya. Mungkin mereka sedang heboh karena acara berantakan gara-gara tim musik yang tidak kunjung muncul. Dan, ternyata yang muncul cuma saya. Dan kemungkinan besar, mereka berpikir sayalah salah satu penyebab dari kacaunya acara karena sudah datang terlambat! Yayaya… baiklah. Saya mengerti. Karena saya pernah seperti itu memperlakukan seorang pembicara mimbar yang abis-abisan telatnya. Seperti saya yang tidak merasa bersalah, karena justru sedang “membantu menyelesaikan masalah”, jadi saya tidak minta maaf, mungkin si pembicara juga seperti itu. Dia terlambat bukan karena disengaja, tapi karena dijadwal di tempat lain yang berjarak tempuh dekat, tapi jadwal sebelumnya mepet + nyasar pula!

 Ya sudahlah.

 Saya duduk sebentar, lalu diberitahu bahwa acara sudah dirombak abis, sehingga tidak butuh lagi bantuan saya. Saya pamit pulang, lalu tertawa di dalam mobil. Menertawakan diri sendiri, dan keanehan yang saya alami. Buat saya semuanya tetap mendatangkan kebaikan J Pengalaman baru. Bertemu orang baru walau cuma beberapa menit. Bisa mengerti rasanya tidak disambut dengan senyuman. Bisa tahu ada gedung pertemuan baru. Dll. I enjoyed everything, termasuk sambutan dingin tadi…😛

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s