Fungsi Garam

Cover FinalAhli masak di rumah ortu saya bilang begini: “Masio bumbune podo, nek uyahe kurang, rasane ga enak lho! Bedo!”
Let me translate in Bahasa: “Walaupun bumbunya sama, kalau garamnya kurang, rasanya nggak enak lho! Beda!”

Yes! Salt does matter.

Dua tahun lalu di bulan Desember 2010, saya, kakak nomor dua dan ortu menginap beberapa hari di rumah kakak saya yang pertama menjelang hari-hari terakhirnya. Dengan pikiran yang sangat ‘penuh’ kesedihan dan kegalauan, tentu saja mama saya tidak bisa menghasilkan masakan yang nikmat. Apa saja yang bisa kami makan, kami makan supaya tidak sampai jatuh sakit selama hari-hari yang sangat melelahkan. Termasuk makanan yang kurang asin. Lalu satu kali kakak kedua saya bilang begini: “Rasane mangan nek kurang asin ki kok koyo ora mangan!” Let me translate in Bahasa (again): “Rasanya, makan kalau kurang asin ini kok seperti enggak makan!”

Kembali ke soal ‘garam’…

 Dalam hal masak memasak, saya masih amatir. Seringkali kurang asin, karena saya takut keasinan. Biasanya saya akan taburi garam lagi padahal api sudah saya matikan. Kadang juga keasinan. Dan biasanya kalau begini, saya akan tambahi dengan nasi (kalau masaknya nasgor). Kalau gorengan? Minumlah air sebanyak-banyaknya setelah makan, atau makanlah dalam porsi keciiilll x_x

Memang tidak dipungkiri, garam sangat-sangat penting. Fungsinya membuat masakan jadi jauh lebih enak! Pakailah semua bumbu yang ada, tapi jangan pakai garam. Rasanya pasti beda. Buang semua bumbu, makan saja nasi panas ditaburi garam. Kata orang “enak” rasanya. Saya percaya saja.

Yang luar biasa adalah, Tuhan mengharapkan kita menjadi seperti “garam”! Fungsinya jelas, yaitu supaya kita ini membawa “kenyamanan” yang bisa dirasakan oleh orang terdekat. Paling tidak itu. Apakah keberadaan kita di rumah membuat orang rumah nyaman? Atau sebaliknya? Apakah keberadaan kita diinginkan teman-teman dekat kita? Atau sebaliknya?

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. (Matius  5:13)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s