Colokan Listrik

Cover FinalKemarin malam, Mama bilang begini: “Kalau colokan listrik, kata tukang listrik, nggak boleh pake ‘T’ begitu. Gampang konslet nantinya”.

Saya lalu memandangi sejenak colokan listrik berbentuk T yang tertancap di sumber listrik tembok kamar saya.

“Terus harus bagaimana?” tanya saya.

“Harus diganti dengan colokan kabel yang memanjang. Jadi satu aja yang nempel di tembok, nanti kabel-kabel lain baru dicolok di colokan panjang itu,” jelasnya. Saya terdiam, karena bingung, tidak akan sempat membelinya. Saya pikir, nanti-nantilah tidak apa-apa, toh saya jarang menyalakan berbagai alat elektronik secara bersamaan di colokan T tadi.

colokan listrikEeee ternyata, malam ini, sesampainya di rumah, saya sudah melihat colokan listrik panjang (saya tidak tahu apa istilahnya) tergantung di dinding kayu kamar saya. Si T sudah hilang entah kemana. It’s brand new! Saya terharu…

Perhatian dan kasih sayang orangtua memang tidak tergantikan… Thank God to have my Mom and my Dad…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

One Response to Colokan Listrik

  1. etto says:

    Beautiful. Well done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s