Awal VS Akhir

Cover FinalHari ini, Minggu. Saya ke gereja…

Demi melihat sosok pembicara pagi itu, saya cukup yakin akan mendapatkan “makanan rohani” yang mengenyangkan. Kalimat awal yang dia sampaikan lumayan menarik. Intinya tentang kelemahan. Yaitu bahwa setiap manusia itu tidak ada yang kebal dosa. Lalu dia bercerita, ada seorang jemaat yang setiap kali sesi PW dilihatnya selalu tersungkur sampai ke lantai. “Luar biasa,” pikirnya tentang orang tersebut.

Singkat cerita dia kenal dengan si jemaat. Dan tidak berapa lama setelah kenal, jemaat itu minta ketemu. Rupanya untuk bertanya, “Boleh nggak pak kalau saya kawin lagi?” (Waduh!! Rupanya si jemaat punya “affair” dengan sekretarisnya sampai hamil…)

Intinya, tidak ada orang yang kebal dosa. Bukan dengan seringnya ke gereja, bukan dengan jadwal pelayanan gereja yang padat, bukan dengan menjadi aktivis gereja, bukan dengan gaya yang luar biasa waktu sesi PW, dll). Dosa tetap bisa mampir di setiap manusia. Jadi berhati-hatilah. Kira-kira begitu. Saya setuju.

Tapi sampai khotbahnya selesai, ternyata saya seperti merasa tidak kenyang. Mengapa? Karena cuma selesai sampai di situ saja. Lalu solusinya apa? Kok sepertinya sah-sah saja kalau manusia yang sudah ke gereja jatuh dalam dosa? Hmm… tentu saja dia tidak berbicara begitu. Tapi karena akhir kotbah yang tidak jelas, setiap orang akan menyimpulkan masing-masing. Seperti nonton film yang endingnya “ngegantung”, gak jelas. Seperti makan bakmi yang terlihat lezat ternyata hambar. 

Yah! Menurut saya, awal vs akhir, tentu saja lebih penting “akhir”. Sebaik apapun kita mengawali hidup, tetap saja akhirnya lebih menentukan. Banyak orang membanggakan masa lalu, sementara masa kininya jauh dari yang dia banggakan. Padahal orang yang diceritai kehidupan masa lalunya, pasti ingin melihat bukti dari “masa lalu yang gemilang” itu di masa sekarang.

Ketika masa hidup saya berakhir nanti, saya mau mengutip II Timotius  4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”, dengan bangga!

Awal yang baik memang penting, tapi akhir yang baik jauh lebih penting! Apapun itu, pekerjaan, keluarga, karir, usaha, pelayanan gereja, keseluruhan hidup, akhirilah dengan baik!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

3 Responses to Awal VS Akhir

  1. etto says:

    simply nice.

  2. etto says:

    God also interested the end part. That’s why He died and save us, so we can have a good ending.

    Blessings xxx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s