Miliki “Me Time”

Cover Final“Wednesday, May 1”. Itu yang tertulis di HP saya. Menyadarkan betapa waktu begitu cepat berlalu.

Tahun 2013 serasa baru dibuka dengan banjir besar yang melanda kota saya, yang notabene adalah ibukota sebuah negara kepulauan yang sangat kaya. Dimana ketika bencana alam itu berlangsung, saya merasa dunia sudah tidak lagi bisa kembali normal. Bagaimana tidak, air kotor yang berbau busuk itu seperti betah menggenangi jalanan komplek rumah saya, seolah tidak mau surut. Sementara persediaan air bersih di rumah sudah menipis. Dan tampungan air di lantai bawah, terlihat sudah terkontaminasi dengan air kotor karena ketinggian wadah air tergenang juga dengan banjir. Ditambah listrik mati, sehingga air bersihnya tidak bisa disimpan di wadah atas untuk dialirkan ke bak-bak mandi.

Habis sudah rasanya pengharapan saya untuk bisa melihat matahari bersinar. Langit terus-menerus mendung. Cucian pakaian berbau lembab, karena tidak sempurna keringnya. Makanan juga sudah sangat menipis, sampai akhirnya seorang kerabat harus menerobos banjir untuk membeli makanan-makanan kalengan yang sangat tidak sehat itu. Adik saya juga harus mengungsikan anak-anaknya ke tempat lain. Belum lagi kalau sudah malam, gelap nyaris gulita. Semua persediaan lilin dikeluarkan. Nyaris habis. Mau membeli di hypermarket seberang rumah, ternyata tidak ada stok. Pasrah.

Rasanya masih baru kemarin peristiwa itu terjadi…. Tapi sekarang sudah hampir pertengahan tahun. Hmm…. Bumi semakin tua. Umur manusia (termasuk saya), juga makin bertambah. Pertambahan umur sama dengan kemunduran. Teknologi memang semakin berkembang, tapi dampak buruknya membawa banyak kemunduran moral. Itu salah satu contoh kemunduran. Fisik juga mengalami kemunduran fungsi. Itu pasti. Tidak ada teknik “peremajaan kulit” yang seindah iklannya. Tetap saja keriput, sekalipun memakai day cream, night cream, anti aging, anti wrinkle, dlsb. Orang pun beralih ke suntikan botox. Kulit memang jadi terlihat tanpa kerutan, tapi sekaligus terlihat aneh. Sedikit aneh dengan sedikit botox. Tapi makin terlihat aneh ketika botox terus menerus dilakukan. Ekspresi manusia itu seperti patung lilin kalau diperhatikan.

No way manusia bisa melawan kedaulatan Tuhan. Untuk kembali ke satu detik yang lalu saja tidak bisa. Karena hanya Tuhan yang punya kuasa dan kendali. Segala sesuatu bisa terjadi. Hari ini “happy”, besok belum tentu. Hari ini sedih, besok pun belum tentu. Tidak ada jaminan bahwa semua akan baik-baik saja, dan tidak ada jaminan bahwa semua akan jadi buruk.

Yang penting adalah: bagaimana mengatur waktu kita bersama dengan Tuhan. Miliki “me time”, seperti Tuhan Yesus yang selalu punya waktu pribadi untuk menyendiri bersama BapaNya. Kita juga harus punya waktu menyendiri. Sendiri. Tanpa gangguan bunyi bbm, telepon, tv, radio, dll. Yang bisa kita manfaatkan untuk menyegarkan roh, jiwa dan tubuh kita untuk menghadapi waktu ke depan, kalau masih diberi kesempatan oleh Tuhan…. (Waktu itu bisa saja ketika sedang mengemudi di tengah kemacetan, ketika sedang berada di kamar tidur, ketika sedang menunggu seseorang, ketika…ketika…ketika… anytime!)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s