Pergantian Strategi

Cover FinalMinggu, 6 Oktober
Pagi hari, benar saja. Si internis datang dengan gayanya yang angkuh! Tidak sampai 1 menit Mama dikunjunginya. Cuma memeriksa perut dengan stetoskop, bertanya, “Sakit ngga?”, lalu pergi meninggalkanku. Melihat mukaku saja tidak. Mungkin kalimat penolakanku sudah sampai ke telinganya. Semalam aku sempat bilang ke Z, “Oh! Kalau Prof S jangan deh Dok. Jangan dia. Saya diberitahu pasien ICCU ada yang salah obat dari Prof S.” I don’t care. Itu harus kunyatakan secara jelas.
“Oh, ya itu haknya pasien,” kata Z semalam. Tapi kok pagi ini, tetap saja si internis angkuh itu datang?
Biasalah… kan semua dokter harus dapat bagian… kata orang yang pernah dirawat di RS. Apalagi waktu pasien mau di-release, pasti dokter yang visit banyak. Sudah biasa…. x_x
Dan visitasi yang kurang dari 1 menit itu menghasilkan angka ratusan ribu Rupiah di tagihan RS…
Hari ini juga, rencana yang kemarin terlihat matang, dokter yang seolah “dari Tuhan”, berantakan semua. Dan kami harus menyusun strategi baru.
Kami berdoa, dan entah bagaimana, kakakku menemukan dokter bedah lain yang lebih senior, sebut saja MA. Dia praktik di RS yang berlokasi dekat dengan rumah kakak (bukan kebetulan).
Setelah mendaftar untuk konsul dan mendapat jam 10 pagi, dengan cukup membawa hasil medis tanpa kehadiran Mama, maka kakakku sudah janjian dengan adikku yang hari ini kena giliran menginap.
“Besok pagi, kamu minta semua rekam medis Mama ya. Terus kasih ke supir untuk dibawa ke RS maksimalis (sebut saja begitu ya), aku tunggu di situ!” kata kakakku.

Semua seperti sudah disetting dengan sempurna. Pergantian strategi seolah bakal berjalan mulus….

Senin, 7 Oktober
Hasil pemeriksaan pagi ini dari Prof ginjal di minimalis mengatakan ginjal Mama kurang baik. Tidak bisa dioperasi. Z menyuruh 1 minggu lagi rawat inap di minimalis. No way! Kami sepakat untuk tidak lagi menuruti si Z.

Aku mengikuti proses lewat group chat. Suasana pagi itu begitu tegang. Ternyata MA yang ditunggu kakak dari pukul 10 pagi, tidak muncul-muncul juga.
“Wah3! Sama aja nih kayanya! Bagaimana alternatif selanjutnya?”
Kami semua panik.
Kakak mengusulkan untuk Mama dibawa ke negeri singa. Adikku mengusulkan dibawa ke negeri jiran. Aku? Bingung! Aku melihat Mama masih sangat lemah. Mana kuat melakukan perjalanan sejauh itu? Belum lagi biayanya!
“Tidak bisa!” kataku. Tapi aku juga tidak punya solusi selain doa…pasrah. Aku mau menangis. Bingung. Kalut.
Akhirnya kita sepakat berdoa…dan…aku mencari kekuatan dari Tuhan.

Lalu…..

Pukul 12 lewat, nyaris jam 1, nada pesan di HP-ku berbunyi. Buru-buru kubuka. Benar saja, dari kakakku!
“Wah! Mujizat ini! Dokternya baik banget! Dia sudah OK untuk bypass, aku sudah kasih tahu soal ginjal dan semuanya. Katanya “tidak apa-apa”, bisa di-bypass dengan perkiraan: ICCU 2 hari, kamar biasa 3 hari. 1 minggu beres!”

Adikku langsung diminta kakak untuk info ke RS minimalis bahwa akan membawa Mama pulang untuk second opinion.
Suster jaga agak-agak “kepo” dan kata adikku, ekspresinya seperti tidak senang.
“Mau second opinion dimana Pak?” tanyanya.
“Belum tahu,” kata adikku.

Semua sudah kami setting ulang! Kakak dan suaminya mengurusi billing. Aku urus serah terima rekam medis dan obat. Adik-adikku membawa pulang Mama dan Papa.
Tapi seperti biasa… minimalis mulai mengulur-ulur waktu.

“Belum boleh pulang Bu. Tunggu approval dari Z dulu. Sebentar kok. Paling jam 10 (malam),” katanya.
“Jam 10 malam enggak sebentar dong sus! Kita semua kan ada kerjaan! Masa disuruh tunggu sampai selama itu? Sekarang baru jam 5!” kata kakak.
Oh… man…. Can you imagine betapa konyolnya kalimat si suster? Mama sudah tahu akan dibawa pulang untuk pindah RS. Mama hepi. Dia sudah tidak betah. Maksud kakak, release dulu Mama, toh kami tidak akan lari. Deposit kami juga masih lebih di situ, karena batal operasi. Kamar tanpa obat (obat kami bawa sendiri dari rumah), selama 3 hari mengeluarkan angka tagihan yang tidak masuk akal. Mungkin karena visitasi dokter yang terlalu banyak… entahlah. Kakak sudah pasrah.

Bersyukur punya kakak yang dokter gigi. Dia sempat marah di ruang billing, karena visitasi internis. “Saya juga dokter! Masa sudah dicek dokter jantung, buat apa internis?” kata kakakku. “Kan internis levelnya lebih rendah dari dokter jantung,” tulis kakak di chat group kami. Tapi tetap saja kami harus membayar semua tagihan. Termasuk screening darah adikku yang padahal atas instruksi dokter bedah Z yang ternyata Mama batal dioperasi di situ. Ada begitu banyak rincian yang kata kakak, “Sudahlah, pasrah aja. Susah ditelusurinya.”

Kok aku jadi teringat dengan rumah makan Pxdxng. Menu tanpa harga, dihitung tanpa perincian jelas, ditotal puluhan sampai ratusan ribu hanya untuk menu yang sangat tidak bervariasi. Harganya mahal, tapi tidak bisa ditelusuri untuk apa saja. x_x Sudah minimalis, metode billingnya metode resto pxdxng. Baiklah kalau begitu….

Nyaris Mama tidak boleh pulang, karena belum ada perintah dari bagian billing ke suster jaga. Aku marah, tapi lagi-lagi kupendam. Aku cuma bisa kirim pesan ke kakak: “Nih, Mama ga boleh pulang. Suruh bagian billing telepon ke suster jaganya sekarang!”

Setelah agak “ricuh” di bagian billing, akhirnya Mama di-release. Sore tadi, RS sudah meminta kami tanda tangan surat pernyataan setuju bahwa pihak RS tidak ikut bertanggung jawab kalau terjadi apapun atas pasien karena meminta pulang atas keinginan sendiri. Fine. No problem.

Mama pun pulang jam 7 malam. Setelah sejak siang hari kami sudah menginformasi bahwa akan pulang hari ini. Luar biasa…. pembuangan waktu yang luar biasa…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s