Dokter dari Tuhan…

Cover FinalKamis, 10 Oktober
Wah! Hari ini Mama sudah diperiksa di RS maksimalis. Puji Tuhan diperbolehkan pulang alias tidak perlu rawat inap! Jadi rencana kami tidak berantakan hari ini.
 
“Besok begini saja, kalau Mama boleh pulang, biar dia menginap di rumahku,” kata kakak.
“Kalau begitu, malam ini aku harus siapkan semua barang yang diperlukan untuk menginap. Aduh… barangnya banyak nih! Punya baskom ngga? Tissue kotak dalam jumlah banyak? Kursi untuk buang air dibawa ya? Obat? Resep? Kotak musik?” tanyaku.

Dan aku pun mulai membuat daftar semua barang yang HARUS dibawa, karena besok bukan aku yang akan mengantar ke RS. Baju ortu sudah kusiapkan di 1 koper. Itu permintaan mereka, supaya ditaruh dalam 1 koper saja. Sikat gigi, pasta gigi, sendal Mama, mantel, minyak angin, alat pijat kayu, dll, dll. Semua sudah kusiapkan! Tarek maaangggg….!
 
Jadilah sepulang kantor aku meluncur ke rumah kakak untuk menjenguk Mama. Dan jam 10.15 malam baru aku kembali ke rumah. Ngantuk berat dan lelah. Tapi saya hepi melihat Mama sudah melewati semua pemeriksaan untuk persiapan bypass 14 Oktober.
 
Dokter gigi di RS maksimalis sempet berkata, “Seharusnya ini tidak boleh ditambal, kan giginya sudah mati.”
Ternyata menjelang “bypass yang batal” di RS minimalis, gigi Mama ditambal. Dan Mama mengeluh sakit setelah itu. Oleh kakak diminta minum panadol untuk menghilangkan rasa sakit di gigi. Bukan kebetulan kalau dokter gigi di RS maksimalis adalah mantan dosennya. Ah! Semua baru mulai jelas sekarang. Ternyata Tuhan menuntun kami ke RS ini, dan dipertemukan dengan dokter. Dokter dari Tuhan…
 
Btw, adikku pernah mengamuk di RS minimalis beberapa tahun lalu. Dia baru cerita setelah kemarin diinstruksi untuk screening darah di Lab. Pasalnya, istri adikku mengeluh sakit perut. Ketika periksa di RS minimalis, langsung diminta untuk CT Scan. Puji Tuhan, beberapa detik ketika mesin CT Scan akan dinyalakan, suster bertanya, “Kamu sudah menikah?” Dan lewat pertanyaan itu, CT Scan batal. Suster mengatakan, kemungkinan dia hamil, jadi jangan di-CT Scan.
Mendengar cerita istrinya keluar dari kamar CT Scan, adikku marah-marah. “Dokter gxblxk!” Dan semakin marah ketika susternya mengatakan, “Uangnya bisa dikembalikan kok Pak.”
“Ini bukan masalah uang! Tapi masalah nyawa!!!” bentak adikku. Dia membuat heboh sekeliling dengan suaranya yang emosional bin menggelegarrrr… Puas-puas-puas…. Sepantasnya mereka disemprot adikku waktu itu. Karena mereka melakukan kesalahan konyol sekaligus fatal…
 
Jumat, 11 Oktober
Hari ini aku tidak ke rumah kakak, karena ada keperluan mendesak di rumah.
 
Sepulang kantor aku mengeksekusi rencanaku.Dan…
 
Ah! Ada kepuasan tersendiri rasanya bisa membereskan barang-barang yang tidak terpakai di rumah. Entah berapa karung sudah yang kuisi untuk membuang barang simpanan Mama. Ini untuk persiapan menyambut Mama pulang kembali ke rumah pasca operasi. Tanpa terasa, sudah pukul 21.30. Masih belum habis juga barang yang harus kubuang, tapi kaki dan tumit sudah terasa pegal, terlalu lama berdiri, ditambah ngantuk dan haus….
Aku cuci muka, mandi, gosok gigi, lalu tidur. Besok baru lanjut sebelum aku pergi ke RS untuk menginap…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s