Pasca Operasi

Cover FinalSelasa, 15 Oktober
Pagi jam 9.40, aku jalan dari rumah. Masih terngiang di memori kalimat, “Everything will be alright”.
Jam besuk di ICCU RS ini agak ketat untuk dipatuhi. Pagi: 11-12, malam: 16.00-17.00, di luar itu, tidak boleh besuk.
Sesampainya di RS, aku langsung ke depan pintu ICCU, tapi karena tidak boleh masuk, aku berbalik badan dan melihat Papa di tengah kerumunan orang-orang yang sedang duduk menunggu jam besuk dimulai. Tidak berapa lama, kulihat kakak ipar. Rupanya dia mengantar Papa ke RS.

Mama melantur. Katanya ada orang jahat. Dia juga ‘parno’. Mungkin seperti orang kena narkoba jenis ‘shabu’. Setiap ketemu orang yang tidak dikenal, dia takut. “Itu orang jahat tuh! Yang pakai baju biru-biru itu tuh!”
“Itu susternya Ma. Suster cowok,” kataku.
“Ada tikus. Ada kecoa. Sarang laba-laba,” kata Mama.
Halusinasinya masih kental. Kata dokter jaganya pengaruh obat bius.
“Coba besok kita cek lagi kalau masih melantur,” katanya.
Sorot mata Mama juga ‘galak’. Aneh seperti bukan dirinya.
Tapi puji Tuhan, setiap diajak bicara, Mama ‘nyambung banget’. Memorinya juga masih kuat.
“Pokoknya, semua yang pakai baju warna biru, itu suster Ma. Bukan orang jahat. Mereka baik-baik kok semuanya. Jangan takut,” lanjutku beberapa detik sebelum keluar karena harus bergantian dengan Papa. Besuk Mama pasca bypass di ICCU, tidak boleh terlalu lama.
“Masih harus banyak istirahat,” kata suster.

Begitu jam besuk berakhir, aku pulang ke rumah kakak untuk istirahat sebentar di sana, sebelum nanti jam besuk sore tiba.

Pukul 4.15 sore, kami kembali ke RS: aku, kakak, adik+istrinya. Puji Tuhan, Mama berhasil menghabiskan 3 potong jelly. “Untuk belajar menelan, dikasih jelly dulu,” kata suster jaga.
“Tapi besok sudah boleh kok makan bubur. Mau bubur Bu?” tanya susternya lagi.
“Ya boleh,” jawab Mama.
Seharusnya Mama sudah mendapatkan bantal untuk didekap kalau batuk. Karena biasa pasca bypass, pasien terbatuk-batuk. Ini mengakibatkan bagian dada akan berkontraksi, sementara bekas jahitan bypass tidak boleh terlalu banyak kontraksi.
“Sudah dipesenin sih Bu, cuma memang bantalnya belum datang. Kan kena hari libur. Tapi nggak apa-apa, nanti kita akalin deh,” kata suster.
“Nanti Mama dapat bantal cinta ya Ma,” lanjut suster.
“Cinta Tuhan,” kata Mama serius. Masih agak melantur jadi lucu.
Aku pamit pulang sekitar jam 6 sore.
Eee.. Mama bilang: “Lho! Katanya kamu jaga di sini. Kamu nunggu di luar kan?”
Ah! Jadi galau…
Aku pun terpaksa berbohong, “Iya Ma, nunggu di luar.”
Padahal aku pulang, karena besok harus ke kantor.

Siku kiri Mama bengkak dan lebam. Ungu seperti ketela ungu. Ngeri melihatnya.

Rabu, 16 Oktober 2013
Aku tidak besuk hari ini, karena tidak akan bisa memburu waktu pulang kantor untuk jam besuk malam hari.

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s