EVERYTHING THAT HAPPENS TO ME IS GOOD

Cover FinalJudul tulisanku ini adalah judul buku yang ditulis Geoff Thompson. Isinya? Jangan ditanya. Inspirasional! Si buku sendiri adalah pemberian dari seorang teman baik di gereja yang juga memberikan beberapa buku berharga lain. Thanks to my good friend Ratna! (Judul buku ini pas dengan ayat fave-ku Roma828).

Bab pertama buku ini diberi judul: BE NICE.

Isinya membahas bahwa orang bisa sukses, bukan karena belajar etika, moral, untung-rugi, resiko, inovasi, spekulasi, dedikasi, bahaya uang dan kekuasaaan, atau lainnya. Tapi simply karena being nice.

Waduuuh awalnya membaca judulnya saja membuatku “putus asa”. Sepertinya sulit untuk aku bisa jadi orang ‘nice’. Bicaraku dar-der-dor. Ekspresiku jelas terlihat bete kalau menghadapi orang yang berbelat-belit atau kebanyakan basa-basi.

Tapi tunggu dulu… Nice yang seperti apa? Aku pun terus membaca. Dan mendapati bahwa ‘nice’-nya adalah yang seperti ini…

Bukan tebar senyum dan obral kalimat basi sampai membuat garis bibir orang yang mendengarnya berubah jadi flat, bosan. Bukan. Tapi being nice yang TULUS. Being nice ke orang lain TANPA memikirkan keuntungan yang akan didapat kembali dengan sikap nice-nya. MURAH HATI, memberikan atau melakukan sesuatu untuk orang lain, simply karena mereka memang cinta/suka dengan apa yang mereka lakukan. Dan bukan karena motivasi terselubung/minta balas budi/dibalas budinya. (Kasihan si Budi kalau dibalas terus…). Intinya: being nice itu fokus kepada orang lain, untuk kebaikan orang lain, dan bukan supaya orang lain menganggap dirinya ‘nice’ (modus banget kalau sudah begini yak!). Kesimpulanku: being nice yang dimaksud disini berhubungan dengan ‘hati’.

Seorang teman baik di kantor lama sering mengajariku untuk bicara terus terang menegur orang yang salah.
“Nggak enak gue..” kataku.
“Lho! Kenapa harus nggak enak, kan demi kebaikan dia. Selama itu elu lakuin untuk kebaikan, kenapa harus enggak enak hati?” katanya.
Pelajaran berharga buatku. Betul juga. Selama motivasiku tulus untuk membangun orang itu, kenapa juga aku harus merasa tidak enak hati untuk menegur kalau memang orang itu salah?

Baru kemarin kami membahas betapa buruknya pelayanan di RS, Bank, bahkan gereja yang dilakukan para staf/pengerjanya kepada customer atau jemaatnya. Mengapa bisa kejadian? Karena staf/pengerjanya tidak melakukan pelayanan/melayani dengan HATI.

Sudah tahu antrian panjang di depan teller, masih saja para teller bank capek antri tertawa-tertiwi bercanda dengan teman-temannya. Sudah tahu pasien membutuhkan dilayani cepat, malah disuruh menunggu tanpa kejelasan. Bukan menunggu dokter, tapi menunggu bagian Administrasi. Memangnya sedang antri di Kelurahan? Haduuuhhh… kinerja yang sangat buruk dan tidak patut ditiru!

Yang benar adalah: lakukanlah segala hal DENGAN HATI. Dan kita akan menjadi excellent dalam bekerja. Dimanapun ditempatkan dan dalam posisi apapun, mau jadi OB, OG, kurir, satpam, supir, ART, sampai jadi Presdir atau Komisaris. Dan itu hanya bisa dilakukan, ketika pelakunya bekerja dengan HATI. Hmm.. hati yang tulus tentunya. Dan kalau kata Geoff Thompson, “elu bakal sukses, simply kalau elu jadi orang ‘nice’!”

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s