AKU BUKAN PETANI

Cover FinalAku memang tidak punya sawah. Karena aku bukan petani. Aku cuma terjebak banjir di dalam rumah hari ini dan tidak bisa keluar. Konyol. Aku kesal. Seharusnya bisa nekat keluar rumah. Tapi, aku takut. Akses masuk kembali kemungkinan besar akan sulit. Yang ada, setelah jam pulang kantor nanti, aku tidak bisa pulang ke rumah. Jadi kuputuskan untuk tidak pergi.

Aku begitu kuatir air akan meninggi. Hujan hari ini sepertinya sangat usil. Sebentar reda, sebentar hujan. Sebentar gerimis, sebentar stop, sebentar hujan lagi, sebentar deras, lalu stop lagi, dan seterusnya. Entah sampai kapan. Banyak lokasi di kotaku yang sudah kebanjiran, bahkan sejak beberapa hari lalu. Ditambah air laut yang pasang sejak tanggal 15 Januari. Jadilah genangan di depan rumah belum bisa surut dalam waktu singkat.

Masih lekat ingatanku akan banjir tahun lalu. Mobil mungil yang sering kukendarai terendam air beberapa hari dan membuat kantong ini terogoh cukup dalam untuk keperluan reparasi selepas banjir. Harta benda ini cukup berharga, sampai membuatku terdiam ketika melihat deretan angka tertera di kwitansi bengkel waktu itu.

Dan pagi ini, lagi-lagi aku terdiam….

Berbagai channel TV lokal seperti berlomba menyiarkan berita banjir. Termasuk yang satu ini: Banjir merendam beberapa hektar sawah di kota Cirebon. Ternyata, yang terkena musibah banjir bukan cuma kotaku. Dan kalau banjir kota merendam mobil. Banjir di Cirebon merendam sawah! Waaah… Tentu saja nilainya jauuuh lebih berharga!

Kasihan… Aku terdiam melihat tayangan gambar sawah yang sudah tak terlihat lagi karena tertutup oleh air.

Kalau aku jadi petani, pasti akan sangat sedih. Bibit padi yang kutanam dan kuharap-harap bisa menghasilkan uang untuk seluruh keluargaku, tiba-tiba terendam banjir. Uang yang seharusnya bisa kudapat untuk menghidupi keluarga, tiba-tiba lenyap tak berbekas. “Mereka lebih menderita….” Itu kalimat yang terlintas di hati demi melihat tayangan tadi.

Di tengah ketakutan, kesedihan, kekalutan, kegalauan dan lain-lain melihat langit yang terus ababil (baca: tidak stabil), aku masih jauh lebih beruntung dibandingkan para petani yang sawahnya terendam banjir… May God be with them, to help and strengthen them and their whole family…

Dan let us pray supaya kota kita tidak lebih parah dari tahun kemarin.

Send your name, address and phone number to my email, and get my book for free (Jabodetabek only. Outside Jabodetabek-ongkir only).

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s