Happy Sunday!

Cover FinalPagi ini, tiba-tiba HP-ku berbunyi. Kriiinnnggg. Nama yang keluar tidak sesuai dengan si penelepon. Mungkin ada yang eror dengan HP-ku. Ternyata my best friend. Olin. Dia bertanya gereja mana yang masih bisa terkejar jadwalnya setelah dia antar ortu ke sebuah rumah makan dekat rumahku.

“Mau gua temenin?” tanyaku.

Dan jadilah rencanaku untuk hari ini batal karena mau menemani Olin ke gereja yang sudah kupilihkan.

Sesuai janji, aku pun dijemputnya sekitar pukul 10 lewat di pinggir jalan. Bukan di rumah, karena memang aku yang mau, supaya tidak terlambat sampai di gereja yang seingatku masih terjadwal 10.30. Sesampainya di lokasi, ternyata ibadah sudah mulai. Tapi kami menyempatkan diri ke kamar kecil dulu. Keluar dari situ, tiba-tiba seseorang menyapaku.

“Lewat sini aja,” katanya menunjuk sebuah pintu tertutup. Aku dan Olin pun masuk melalui pintu itu.

Suasana di dalam biasa saja. Lagu yang dinyanyikan kurang terdengar ‘familiar’. Buatku tidak nyaman. Tapi tak apa. Kan masih berharap mendengar kotbah yang ‘bagus’. Ternyata…

Singkat cerita…

“Jam berapa sekarang?” tanyaku.
“Jam 11,” jawab Olin.
“Yuk! Mau keluar ngga? Mall-nya udah buka nih!” ajakku.

Dan setelah “kotbah” semakin tidak jelas, kami berdua berjalan ke arah pintu yang sama. Melangkahkan kaki ke mall! Yup! Itulah cerita hari ini. Kami keluar gereja di tengah “kotbah”.

Pilihannya cuma dua. Duduk di dalam sampai bubar tanpa manfaat (sorry to say), atau keluar tapi berguna buat orang lain. Semua berjalan “tepat waktu”. Karena kami masih sempat ngobrol sambil makan es krim dan kentang. Lalu menjemput ortu Olin, dan mengantarku di tempat yang sama. Daripada di dalam sampai selesai. Hati bete, dan bakal membuat ortu Olin menunggu (yang seharusnya tidak perlu). Setelah itu Olin putar balik untuk pulang ke rumahnya. Beres!

Oh iya, Olin sempat menangis di dalam gereja tadi.
“Sedih jadinya… bukannya baca Alkitab, kok malah ngomongin itu… “ kata Olin.
“Sudahlah. Jangan terlalu serius. Santai aja menanggapi semuanya. Memang begini,” kataku.

Maksudku, jangan terlalu serius, memang sudah “seperti itu” gereja yang ada sekarang ini. Tidak menjawab kebutuhan jemaat…. (sorry again to say).😛

Anyway… Happy Sunday! God is good all the time!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s