Mom’s Story

Cover FinalDua minggu lalu, karena Papa sedang ke luar kota, maka aku tidur sama Mama. Dan satu malam, entah bagaimana, Mama bercerita panjang lebar tentang masa lalunya. Mama bercerita tanpa maksud buruk. Dia bahkan tertawa-tawa juga mengenang masa lalu, yang kalau boleh aku samakan, seperti ledakan mercon tiap menjelang puasa dan lebaran. Dar-der-dor membuat hati terkaget-kaget. Bedanya, kalau mercon itu cuma terdengar di ‘season’ tertentu, mercon yang ini nyaris terdengar setiap hari sepertinya.
Kalau aku jadi Mama, mungkin sudah tidak tahan. Bukan apa-apa, kondisi di rumah yang mereka tinggali bersama dengan keluarga besar Papa sungguh “luar biasa”. Hidup dalam suasana rumah yang sama sekali baru, bersama dengan mertua dan kakak adik Papa yang punya pola asuh keluarga jauh berbeda, tentu akan terasa bagaikan menaiki ‘roller coster’. Hidup dengan masing-masing pribadi yang amat sangat unik. Cerita Mama membuatku tertawa-tawa, sekaligus membuatku merenung. 
Ada kisah yang menurutku sedih. Di hari kedua menikah, Mama harus kehilangan perhiasan dan uangnya karena dipakai untuk membayar hutang. Seandainya itu aku, kemungkinan besar aku akan pulang ke rumah orangtua. Tapi itulah… bedanya wanita jaman dulu dengan jaman sekarang. Jaman dulu masih sangat luhur, menjunjung tinggi keutuhan pernikahan dan komitmen. Jaman sekarang? Hanya karena masalah kecil seperti salah memencet pasta gigi saja bisa jadi sumber pertengkaran dan bahkan perceraian… Padahal sebelum menikah cintanya berkobar-kobar dan menggebu-gebu sampai kebablasan. Hmm… 
Sampai jam 9.30 malam lewat, Mama masih semangat bercerita. Bahkan ada satu cerita yang katanya tidak pernah dia ceritakan ke orang lain. Mendengar semuanya, timbul rasa haru, sedih, bangga, lucu, dan ngantuk….campur aduk malam itu. Mamaku pribadi yang sangat hebat! Itu yang kutangkap dari kisah masa lalunya. 
I am proud of her…. Wanita yang jujur, tulus, kuat, tabah, dan super sabar…. Kemungkinan besar, itu yang membuatnya tetap mampu menjalani 50 tahun lebih pernikahannya dengan Papa. 
Dan sekiranya menjadi orangtua, tentu menjadi kebanggaan tersendiri ketika aku bisa bercerita kepada anak-anakku kelak tentang masa lalu. Seperti Mama, yang menceritakan tentang nilai-nilai luhur yang dia hidupi ketika muda dulu. Thank God to be her daughter.

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s