HANYA UNTUK ORANGTUA!

  1. Berkomunikasilah dengan anak, SESUAI usia.

Contoh: memperlakukan anak ketika masih kecil, sudah ABG, sudah dewasa, tentu beda. Seringkali orangtua lupa, kalau anaknya sudah bertumbuh dan bertambah usianya. Sehingga terus memperlakukan anaknya seperti anak kecil. Tidak boleh punya pilihan hidup sendiri, harus selalu ikut apa kata orangtua, dsb. Sejauh si anak hidup dalam kebenaran Firman, soal pilihan studi, pekerjaan, dll, orangtua sebaiknya hanya mendukung, agar anak sukses dan maksimal.

Intinya: Jangan perlakukan anakmu seperti anak kecil!

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang  dari pada jalan itu. (Ams 22:6)

 

  1. Jangan konflik di depan anak.

Orangtua seringkali lupa atau bahkan sengaja karena keegoisannya membiarkan saja anak-anak melihat dia dan pasangan konflik. Saling adu argumentasi di depan anak-anak. Anak akan malas berkomunikasi ketika melihat teladan orangtua yang tidak sanggup berkomunikasi dengan baik bahkan kepada pasangannya, yaitu orang yang paling dekat.

 

  1. Jangan menjelekkan pasangan di depan anak

Suami yang suka menjelekkan istri di depan anak-anaknya tidak akan dihormati oleh anak-anak. Begitupun sebaliknya. Pada akhirnya bukan mendapatkan dukungan anak, tetapi justru tidak mendapatkan hormat. Anak pasti bisa berpikir sendiri bagaimana sikap orangtuanya. Mana yang salah, mana yang benar. Jadi tidak perlu dihasut-hasut untuk mendukung dirinya dan membenci pasangannya.

  1. Jangan menyakiti hati anak-anakmu

Orangtua memang juga manusia biasa. Yang sewaktu-waktu tidak dapat mengendalikan emosinya ketika marah. Tapi bukankah kemarahan itu bisa dikelola dengan lebih baik, sehingga hanya marah ketika ada persoalan yang memang penting dan “prinsipil”? Sehingga tidak perlu menyakiti hati anak dengan menyerang/memojokkan pribadinya. Contoh: si anak terlambat bangun untuk ke sekolah beberapa kali, seharusnya cukup ditegur/dimarahi supaya tidur lebih awal, dsb. Tapi tidak perlu memarahi anak dengan mengatainya “Pemalas!”.

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. (Kol 3:21)

 

 

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s