Bersyukur Dalam Kemacetan

Cover FinalHari kemarin memang ada demo buruh. Menuntut ini dan itu. Tapi terjadi di siang hari. Jadi sore seharusnya jalanan akan lancar, aman, sentosa dan tidak macet. Ternyata…. 

Begitu meninggalkan kantor, aku sudah menyalakan radio El Shinta untuk mendengar update kondisi jalanan. Ternyata diberitakan sepanjang jalan ke rumahku macet. Tapi tidak diinformasikan ada apa. Aku memilih jalanan yang biasa kulewati, karena memang lancar. Dalam hati aku berkata, “Mungkin itu berita tadi. Sekarang sudah lancar…” Rupanya….

Aku harus memutar arah. Jalur di depanku mulai terlihat tidak bergerak. Tapi bukan terlepas dari kemacetan, aku justru terperangkap dalam kemacetan yang lain. Walaupun memang lebih “mending”, karena padat merayap. Tapi judulnya tetap macet. Bahkan ketika aku berharap akan bisa segera tancap gas, yang terjadi justru sebaliknya. Jam!

Aku hanya bisa terdiam. Memperhatikan bis besar di depanku. Isinya penuh! Penumpangnya entah dari mana saja. Mereka berdiri dengan tangan menggantung pada pegangan yang tersedia di bagian atap dalam bis. Aku pun menggumam. “Thank God…” Bukan bermaksud mensyukuri penderitaan orang lain. Tapi aku sedang mencoba untuk tidak mengeluh. Karena ada orang yang lebih tidak nyaman dibanding aku. Mereka harus berdiri, berdesakan, tangan terus tergantung, sementara jalanan macet, sehingga memperlama dan memperparah “penderitaan” penumpang bis. Aku pernah mengalaminya. Jadi sedikit banyak mengerti seperti apa rasanya. 

Aku juga melihat 2 orang yang mengendarai satu motor di depanku. Kami ini sama-sama terjebak di jalur “busway”. Jadi aku menggumam lagi dalam hati. “Thank God”. Aku terbayang penderitaan mereka. Duduk di atas motor, yang seharusnya bisa “nyelip” kiri-kanan, tapi tidak kali ini. Dia terjebak di jalur yang sama denganku. Hanya saja, berat tubuhku tidak perlu berjuang menahan berat bodi motor sepanjang kemacetan. Aku juga sempat melihat orang yang menunggu kendaraan umum di pinggir jalan. Kalau sudah macet begini, rasanya tidak ada harapan untuk bisa sampai ke tujuan. Kaki pasti pegal menunggu ada angkot atau bis yang lewat. Aku juga pernah mengalaminya.

Bersyukur dalam segala hal. Kira-kita itu tema yang kudapatkan hari ini. Masa iya, aku hanya mau dan bisa bersyukur kalau jalanan lancar jaya? Atau, masa iya, Tuhan berkurang kebaikan-Nya cuma karena jalanan macet? Tentu tidak. Tuhan tetap baik. Dan…. harapan itu selalu ada.

Tiba-tiba kendaraan mulai maju. Aku berputar arah untuk lewat jalan belakang rumah. Setelah lama menunggu, akhirnya berhasil juga terlepas dari kemacetan. Jalanan di depan masih ruwet. Mengerikan kalau aku terus maju. Tapi…

Ternyata jalanan belakang pun macet. Perutku sudah lapar sejak 1 jam lalu. Jadi akhirnya aku pun berbelok kiri ke sebuah mall kecil untuk makan malam. Thank God, aku memutuskan yang benar. Dan thank God, aku juga ditempatkan dalam lokasi yang tepat, yaitu di depan mall itu. Fisikku lelah. Bahkan setelah makan malam pun masih tidak bisa fokus sekalipun untuk sekedar melihat-lihat pakaian di dalam mall itu. Otak rasanya sedang tidak seimbang alias limbung. Tapi aku bersyukur, karena belajar untuk tidak mengeluh.

Dan hari ini, seseorang memberiku “kalimat peneguhan”. Katanya: “Bersyukur untuk segala berkat dan perlindungan Tuhan.” Yup! Manusia sungguh-sungguh butuh Tuhan. Aku bersyukur karena bisa berkilas balik, betapa hidup di dalam Tuhan sungguh luar biasa. Walaupun masalah tetap ada silih berganti, tapi penyertaan dan pertolonganNYA selalu nyata tersedia, hari demi hari.

Thank God….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s