Jasa Penyewaan Anjing

Cover Final“Seandainya ada penyedia jasa penyewaan anjing…” kataku dalam hati.

Aku berandai-andai begitu, karena mendengar gonggongan si Boy, anjing berukuran mini milik keponakanku. Dia memang suka jadi berisik, kalau mendengar suara keponakanku datang/tiba di rumah. Kadang dia ribut menggonggong kalau hari sudah gelap sementara lampu di ruangan dia berada belum dinyalakan. Ada saja alasan atas gonggongannya yang melengking-lengking itu. Entah lapar, takut hujan/kilat/petir, haus, ingin dibelai, dll, dll.

Tapi sayang, keponakanku hanya sanggup bertahan 1-2 bulan memanjakan anjing jenis chihuahua itu. Jadilah sekarang dia lebih banyak mendekam di balik kandangnya yang juga mungil. Dan itu tadi… berisik….!

Karena alasan itulah, maka aku berpikir seandainya ada penyedia jasa penyewaan anjing, tentu si Boy tidak perlu mencari-cari perhatian, yang tidak ia dapatkan lagi seperti dulu waktu awal dia datang ke rumah ini.

Tapi sepertinya mungkin memang tidak akan ada jasa model beginiSebab anjing termasuk jenis hewan peliharaan yang setia terhadap tuannya. Si Boy kalau dipindah tangan ke orang lain sementara sudah mengenal keponakanku dan terbiasa dengan rumah ini, tentu dia akan merasa sedih. 

Salah satu tulisan di buku pertamaku berjudul Bessy bercerita soal seekor anjing jenis rottweilerSosoknya yang seram tidak sesuai dengan perilakunya yang melankolisMungkin lebih cocok kalau ia kujuluki anjing “bermuka Rambo berhati Rinto”Dia terus menangis semalamankarena ingin kembali ke tuan sebelumnyaPadahaladikku sudah membayar lunas harga jual si Bessy kepada tuan yang terlanjur disayanginya.

Akhir ceritaadikku yang tidak tega mendengar tangisan Bessy, melihatnya tidak mau makan, dan sama sekali tidak mau berinteraksi dengan “tuannya” yang baru, akhirnya dia menghubungi si penjual dan dijemputlah si Bessy pulangDrama menyedihkan pun berakhir bahagia.

Itu baru hewanApakah manusia bisa setia seperti itu kepada tuannya” (bacaTuhannyaHis Lord?) I don’t know.

People change….

Kesetiaan manusia terhadap Tuhan, tidak dibuktikan dari amal ibadah atau seberapa sibuk manusia itu berkutat dalam kegiatan rohani, kemanusiaan, organisasi sosial, dll, dll. Kesetiaan cuma bisa dibuktikan dengan waktu. Ketika manusia itu akhirnya tutup mata, apakah dia kedapatan setia? 

Hanya Tuhan dan manusia itu sendiri yang tahu.

 

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s