Doa yang tidak dijawab

Cover FinalHari ini aku sudah punya rencana. Tersusun cukup rapi. Tapi apa daya… Begini cerita lengkapnya…

Pagi itu dalam perjalanan aku sudah bedoa. “Tuhan buatlah perjalananku berhasil!” Aku berharap bisa cepat kembali ke rumah, karena kendaraan yang kunaiki harus pergi ke tempat lain. Ternyata oh ternyata… Jalanan kecil dimana seharusnya aku berbelok ke salah satu rumah di tengah gang demi menyelesaikan sebuah urusan ternyata ditutup. Sebuah bangku kayu panjang sengaja ditinggalkan melintang sebagai tanda bahwa kendaraan kecuali motor tidak diperbolehkan melewatinya. Aku pun berpikir akan masuk dari ujung gang yang lain. Ternyata… lagi-lagi aku mendapati bangku kayu. Tetap dipasang melintang. Jadi jalan masukku semua tertutup! Aku agak kesal. Penduduk di sekitar jalan lingkungan situ agak gerah melihatku berhenti tepat di mulut gang. “Jangan parkir sini!” “Tidak boleh masuk, peraturan pemerintah!” Dll. Dll. Aku agak geli mendengar “peraturan pemerintah”. 

Rupanya, gang yang akan kulewati baru selesai dicor. Jadi tidak boleh ada kendaraan berat yang melintas. Padahal tidak berat-berat amat sih… Aku kemudian menghubungi pemilik rumah dan menyampaikan kesulitanku. Lalu setelah menunggu beberapa menit di ujung gang, aku didatangi oleh salah satu staf si pemilik rumah dan diinstruksikan untuk berputar, kembali ke ujung gang yang sebelumnya juga dihalangi bangku kayu. Aku menurut saja. Tidak lama setiba di situ, seorang staf lain mendatangiku dan berkata, “Boleh lewat. Saya bukakan,” katanya. Aku lalu memundurkan mobil dan masuk ke gang yang sekarang sudah “terbuka”. “Ribet banget hari ini…” kataku dalam hati. Tapi tidak apalah, setidaknya masalah yang satu tersolusi. Paling tidak hanya 10 menit aku sudah bisa kembali pulang. 

Ternyata….

Aku harus menunggu proses pemotongan kertas dan “penjahitan” sampai jam 11!! Padahal aku seharusnya bisa datang mengambil barang cetakan pesananku jam 9. Walau dengan embel-embel: “Takutnya belum pada datang…” Karena “embel-embel” itulah, aku sengaja lebih siang sedikit ke situ. Dengan harapan, toh barang sudah siap diambil. Ternyata semua meleset! Aku harus menunggu sampai jam 11! Sudah terlalu siang. Jalanan pasti sudah macet. Dan benar saja. Perjalananku kembali ke rumah cukup mengesalkan. Macet di sana-sini! 

Setibanya di rumah, aku pun membatalkan rencana kedua. “Jalanan macet! Besok saja kalau mau ke sana!” kataku ke orangtua. “Minggu kan lebih sepi,” lanjutku. Batal sudah.

Rencana ketiga masih kutunggu sampai sore. Dan rupanya cuaca tidak mendukung. Mendung. Temanku juga ternyata lupa waktu sehabis makan siang dengan teman kantornya. Dia lupa kalau seharusnya pulang untuk pergi bersamaku. Tapi tidak mengapa. Mood-ku sudah tidak terlalu bagus. Tidak semangat melihat cuaca yang mendung. 

Oh iya, tadi waktu berputar ke ujung gang lain, aku harus melewati gang yang lebih sempit. Nyaris sesampainya di ujung, aku harus berhenti karena melihat seorang ibu mendorong gerobak dagangannya yang cukup besar. Raut wajahnya yang keras (‘tipikal’ ibu-ibu pekerja keras bermental baja yang sering membuatku salut) tiba-tiba menghilang ketika mobilku mendekat. Dia tersenyum lebar kepadaku! Aku pun tersenyum. Sebelumnya dengan susah payah si ibu berusaha menghentikan gerobaknya yang meluncur ke depan. Karena tidak ada rem, yang pasti gerobak berat itu berhenti karena tenaganya dikerahkan demi melihat mobil akan berpapasan sementara jalanan tidak cukup lebar. 

Aku merasa diberkati. Senyumannya itu… membuat suasana hatiku yang agak panas karena kesal mulai sejuk. 

Ah…! Doa memang tidak selalu dijawab Tuhan. Tapi yang pasti semua tetap ada dalam kebaikanNYA! Kalau ibu yang tadi, dengan gerobaknya yang besar dan berat, masih bisa tersenyum di tengah teriknya matahari, seharusnya aku lebih bisa!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s