Melakukan Dengan Hati…

Cover FinalAyahku sering mengucapkan kalimat yang sama berulang-ulang. Salah satunya adalah ini: “Anggap itu perusahaan kamu sendiri.” Jadi dimanapun bekerja, aku selalu berpikir seolah akulah yang punya perusahaan/kantor itu.  Akulah yang bertanggung jawab atas “going concern” divisi dimana aku memang harus bertanggung jawab atau “going concern” keseluruhan perusahaan.

Bertahun lalu teman-teman kantor lama sempat bermain “Jendela Johari”. Sebuah permainan yang cukup “mendidik”. Aturannya: setiap pemain akan bertukar opini tentang temannya. Dan setiap pemain memiliki satu lembar kertas kosong yang akan dibagi jadi 2 kolom: Kelemahan dan Kelebihan.

Kertas kosong ditempelkan di bagian punggung masing-masing. Dan ketika permainan dimulai, setiap pemain yang ingin menyampaikan pendapatnya tentang pemain lain akan menuliskan sesuatu di atas kertas kosong tadi. Akhir dari permainan sudah jelas. Pemilik kertas diperbolehkan mengambil kertas dari punggungnya lalu bisa membaca setiap opini orang lain tentang Kelemahan sekaligus Kelebihannya. Seru!

Salah satu kata yang aku ingat tertulis di kertasku waktu itu adalah: Excellent Spirit. Dengan kata lain, teman kantorku ada yang berpendapat bahwa aku termasuk salah satu rekan kerja yang mampu bekerja dengan memberi yang terbaik. Excellent…

Ah! Tersanjung rasanya waktu itu. Untung tidak ada yang melihat hatiku bertambah besar dan berdebar-debar karena ‘happy’.

Tapi memang seharusnya setiap kita bekerja seperti itu. Being Excellent! Kerjakan yang terbaik. Bukan asal. Tapi dengan hati. Dipercaya hal paling kecil sekalipun, kerjakanlah itu dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan.

Itu sebabnya mengherankan melihat rekan kerja yang bisanya hanya terima order pekerjaan. Selama tidak diorder, dia diam saja. Main game. Buka Facebook. Atau Chatting di HP. Padahal, otak akan semakin “pintar” ketika digunakan untuk mengerjakan sesuatu. Bukan dengan bersantai ria setiap waktu. Walaupun ketika otak yang sama butuh istirahat, tentu saja kita diperbolehkan “bersantai”. Bisa mengajak ngobrol rekan kerja hal-hal yang ringan, misalnya. Atau selama 5 menit membuka akun medsos kita. Atau yang lain. Tapi, jangan terlalu lama. Sebab otak bisa menjadi MALAS BEKERJA. Malas berpikir. Dan ketika order pekerjaan baru kita terima, prosesnya lambat. Alias lemot dot com.

Be Excellent! Dimanapun Tuhan tempatkan kita. Dipercayakan hal apapun entah kecil dan remeh temeh, atau besar sebesar-besarnya. Do it wholeheartedly! Lakukan yang terbaik! Sebab upah kita bukan hanya dari manusia yang bisa melihat, tapi juga dari TUHAN yang MAHA KUASA sekaligus murah hati!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s