Menebus Waktu

Cover FinalSore itu, aku pulang on time as usual. Dan beberapa hari terakhir karena jalanan depan kantor ‘stuck’, maka as usual juga aku mengambil jalan belakang. Ternyata macet juga. Tapi masih lumayan. Padat merayap. Sampai di satu titik, mendadak jalanan di depanku kosong, dengan cepat aku tancap gas. Tapi nyaris “langkahku” terhenti, ketika melihat bis berukuran raksasa berwarna biru ingin keluar dari jalur busway dan mengarah ke kiri alias mendekati sisi kananku. Posisi jadi agak terjepit, karena di sebelah kiriku ada mobil putih dengan bodi cukup besar. Tapi aku membulatkan tekad. Aku harus menebus waktu! Supaya bisa tetap sampai rumah tidak pakai lama.

Jadilah kubunyikan klakson beberapa kali sambil tancap gas. Tapi bis berbodi raksasa tadi masih saja nekat. Dia tidak mau berhenti. Aku tidak peduli. Aku bunyikan klakson panjang. Everyone knows klaksonku is sooo annoying. Tapi daripada aku terlewati bis tadi? Aku memilih tancap gas sambil berklakson ria. Inginnya menebus waktu yang hilang karena macet. Supaya bisa tiba di rumah dalam waktu cepat.

Kenyataannya, aku memang tiba di rumah dalam waktu lumayan cepat. Bukan karena aku ‘jago’ menebus waktu. Tapi karena jalanan di depan selepas lampu merah dimana aku harus berlomba mengejar lampu hijau bersama dengan bis tadi, lancar membahana. Walaupun kalau tidak kena macet, pasti akan lebih cepat sampai rumah.

Kenyataan lainnya adalah: waktu yang sudah lewat, tidak pernah bisa aku tebus!

Apa yang aku lakukan di masa lalu, kalau itu sebuah kesalahan, maka aku tidak akan bisa memperbaikinya dengan cara kembali ke waktu itu. Betapa pun menyesalnya diriku.

Tapi thank God, aku disadarkan bahwa ada kenyataan lain lagi. Yaitu bahwa HANYA KASIH KARUNIA TUHAN semata yang bisa “menebus” waktu yang hilang.

God is the redeemer. Itu faktanya.

Dan HIS grace is more than enough. Fakta lainnya. 

 

Aku jadi teringat kalimat lagu dari Marty Nystrom (sayang kasetnya hilang entah kemana…)

Your grace is sufficient for me
Your strength is made perfect when I am weak
All that I cling to 
I lay at your feet
Your grace is sufficient for me 

I’m no longer striving 
To merit Your love
I rest in your promise to me
All of my sins have been 
Washed in Your blood
Your mercy is all that I need

You see me as righteous
Because of the blood
That made the atonement for me
Your mercy has triumphed where I should be judged
So now by your grace I am free

Thank God for HIS grace is sufficient for me (and you!)

Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipundosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putihseperti bulu domba. (Yesaya 1:18)

Klik this if you really want to hear the song and enjoy God’s grace…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s