Biarkan Aku Menangis….

cropped-cropped-cover-final.jpgMalam itu kesepian menyerangku. Aku pun menangis sesenggukan di dalam mobil yang kukendarai. Jalanan agak macet. Sesekali aku melihat pedagang asongan memperlihatkan jualannya. Ada juga peminta-minta yang mendekati mobil. Aku berpura-pura tidak melihat ke si bapak, dan melambaikan tangan tanda “menolak” dengan cepat ke arah si bocah ABG yang mendekatkan mukanya ke kaca mobilku. Aku malu kalau sampai mereka tahu mataku basah.

“Stop crying! Stop crying!” kataku ke diri sendiri. Aku harus menghapus air mataku, karena pandangan jadi terhalang, sementara mobil sudah harus melaju.

“Mana berani aku mempertanyakan keberadaanMu, Tuhan? Kasih karuniaMu cukup buatku!” kataku sambil tetap menangis.

“Aku akan menjalani hidupku dengan memberikan yang terbaik. I love you, Lord. I really love You. Akan kubuktikan cintaku dengan mencintai lebih lagi orangtua dan kakak adikku. Keluarga terdekat yang Tuhan sudah berikan buatku…” kataku lagi, dan masih sesenggukan.

Entah kenapa, beberapa bulan belakangan, sejak aku memutuskan untuk tidak lagi bersibuk ria dalam kegiatan rohani, teman-temanku mulai menjauh. Seolah aku ini benda kotor. Padahal aku tidak melakukan sesuatu yang melampaui batas nilai amoral. Aku hanya tidak lagi aktif di komunitas “rohani”. Aku lebih banyak menenggelamkan diriku dalam kesibukan kantorku dan rumah, terutama untuk sebisa mungkin menemani kedua orangtua yang memang sudah mulai uzur. Mereka butuh kasih sayang anaknya. Dan ini saat paling tepat untuk aku membalas budi ketika mereka sudah masuk masa pensiun. Sejak kecil aku dipelihara dengan begitu baik. Tidak pernah sekalipun aku merasa kesulitan untuk hidup. Makanan selalu berlimpah. Studiku juga sampai ke jenjang Strata Satu. Walau aku tahu kedua orangtuaku tidak memiliki harta benda mewah yang berkelebihan. Tapi bagaimanapun mereka sudah memberikan yang terbaik. Salah satunya adalah dengan menyekolahkan semua anak-anaknya, yang berjumlah tidak sedikit ini.

Akhirnya malam itu, aku belajar dalam tangis akan sesuatu hal yang sangat berharga. Yaitu untuk aku mengasihi orang-orang yang sudah Tuhan tempatkan paling dekat denganku. Karena apapun yang akan terjadi, hanya mereka yang akan tetap mendekat dan menerimaku apa adanya.

Ada istilah yang mengatakan bahwa (hubungan) darah saudara sekandung itu jauh lebih kental dibanding (hubungan) darah yang lain. Aku bersyukur masih punya kakak dan adik yang akan selalu siap mendengarkan keluh kesahku. Aku sadar malam ini, bahwa mereka sungguh-sungguh berharga… tidak sebanding dengan persahabatan yang pernah aku punya dan sekarang mulai teruji oleh waktu. Persahabatan yang kupikir tidak akan pernah pudar, namun pelan tapi pasti mulai lenyap bagaikan embun terkena sinar sang surya yang terus naik meninggi.

Aku masih punya Tuhan. Dan aku masih punya keluargaku. Bersyukur untuk itu….

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Love. Bookmark the permalink.

3 Responses to Biarkan Aku Menangis….

  1. Etto says:

    Thanks for your writing.

    Your writing represent many hearts that don’t know how to express,
    and your arts put it in an honest story that serve readers and remind us that
    when we are lonely then God and our close family become bigger in our lives.

    Thank you.

  2. It is true that family is the dearest of all… But friends, more than we know also families in a bigger circle of life.
    I never realized until an old friend of mine telling me that I am on her Thursday praying list. It makes me crying when I heard of it. Not because that she is good or something but because God loves me. God gave those kind of friend to keep me safe in His loving arms in a way that I never possibly think.

    God loves us in through so many ways, Ms. Liem.

    Hugs,
    Loren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s