Are You Down? Or Happy?

Cover FinalMemandangi langit yang temaram sore itu membuatku berpikir… Hidup ini untuk apa sebetulnya. Bukankah detik demi detik yang berjalan tidak pernah diketahui oleh satu manusia pun apa yang akan terjadi di dalamnya? Bukankah setiap rencana dan cita-cita bisa hancur berantakan ketika nafas ini sudah tak lagi berhembus? Hmm…

Kalau kata orang-orang yang jaman dulu lebih “senior” dalam tingkat kerohanian, hidup ini harus punya goal yang dituju.

(Kenapa juga ada senioritas dalam kerohanian, aku tidak paham. Padahal pengenalan seseorang akan Tuhan itu tidak ada yang sempurna. Semua harus terus belajar dan belajar untuk bisa mengerti Seorang Pribadi yang tidak kasat mata. Lah wong yang terlihat nyata saja sulit kok dipahami… apalagi Tuhan. Jadi menurutku yang betul itu tidak ada tingkatan senioritas alias siapa yang lebih “rohani”. Dalam setiap masalah, atau kebahagiaan, manusia itu akan ada pada titik NOL. Alias harus mulai lagi dari awal, bagaimana bisa mengerti Tuhan dari sisi lain ketika kebahagiaan atau masalah itu muncul. Jadi… itu tadi. Enggak ada yang lebih rohani. Itu cuma akal-akalan manusia saja). 

Ya. Aku setuju. Tapi… aku melihat apa yang direncanakan kakak pertamaku, tidak semuanya bisa terwujud. Dia ingin pensiun di negeri kelahirannya. Nyatanya dia meninggal dalam usia 44 tahun di negeri sebelah, usia yang masih sangat produktif. Dia ingin kembali pulang ke Jakarta untuk merayakan Natal 2011. Tapi toh 1 tahun sebelumnya dia sudah menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Dia ingin mengajak orangtua ke Israel. Tapi sebelum itu dia sudah kalah oleh penyakitnya. Kakakku orang yang beruntung. Di usia sekolah dia bisa berjalan keliling Eropa. Dia juga pernah ke Amerika. Thailand. China. Dan negara lain, aku lupa. Sesuai keinginannya untuk travelling keliling dunia. Dia juga tinggal di negeri orang, sesuai cita-citanya. Bisa membeli sebuah rumah idaman di sana. Tapi toh semua sudah berlalu. 

Dunia ini terus berubah. Begitu juga dengan pengharapan manusia akan masa depan. Naik turun bak roller coaster. Sebentar bersemangat, sebentar down. Sebentar menggebu-gebu seolah nyaris tiba di garis finish dan tercapai semua yang diinginkan. Sebentar kemudian mendadak putus asa dan galau hati. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Tidak ada.

Kecuali satu. Keberadaan diri ini di hadapan Tuhan dan  Tuhan. 

Jadi… jalani saja hidup ini. Kalau sedang down, aku biasa mencari seorang sahabat baik dan mengiriminya SMS. Terkadang hanya dengan berkirim SMS saja sudah cukup melegakan. Bahkan sebelum balasannya kuterima. Atau berteriak dalam mobil yang kedap suara, kepada Tuhan. Keluarkan saja semuanya. Ya air mata, ya kegundahan yang tersimpan rapat dalam hati.

Kalau sedang happy, berbagilah dengan orang-orang terdekat. Biarkan mereka tahu, Tuhan selalu memberikan pengharapan bagi setiap orang yang memintanya.

Marilah kepada-Kusemua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

One Response to Are You Down? Or Happy?

  1. Yes… I think the reason we live on earth because God wants to have a relationship with us. It is about Him…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s