HYPERGRACE?

Cover Final“Sekarang ada istilah baru, gereja Hypergrace. Gimana menurut elu?”

Itu SMS saya ke seseorang.

Dan kita pun membahas tentang “Hypergrace”. 

Dalam FB, gereja yang disebut Gereja Hypergrace, katanya tidak berani menegur dan membahas tentang dosa. Alias membiarkan siapa saja terus melakukan dosanya.

Tapi… apa betul kalau seseorang sungguh-sungguh mengerti dan memahami serta mengalami Grace-nya Tuhan, maka ia akan terus berbuat dosa?

Dan aku pun mendapatkan perumpaan sangat baik dari yang kukirimi SMS… Begini katanya…

“Kalau elu dikasih mobil sama bokap elu. Dibayarin bensinnya, dikasih asuransinya, semua dikasih untuk elu. Apakah elu akan kebut-kebutan di jalanan, lalu sengaja menabrak-nabrakkan mobil elu? Toh, sudah ada asuransi, enggak apa-apa dong… Masa gitu? Enggak kan?”

Aku menjawab, “Ya enggak dong!”

“Makanya. Walaupun ada asuransi. Masa ada temen elu yang nggak punya SIM mau pinjem mobil elu, elu langsung kasih gitu aja? Walaupun dia punya SIM, elu pun enggak bakal kasih pinjem mobil pemberian bokap elu ke temen itu kan? Elu kan nggak sanggup beli mobil. Ya pasti elu rawat dengan baik mobil elu. Elu jaga baik-baik, supaya enggak nabrak. Dan bukan malah sembarangan pake kan… Elu juga nggak akan mengotor-ngotori mobil elu, biar bokap yang nyuci. Enggak kan? Elu pasti akan merawat mobil pemberian bokap dengan baik. Bener ngga?” 

Aku menjawab lagi, “Iya bener!”

Itulah artinya GRACE!!
Ketika seseorang paham akan arti Kasih Karunia yang ia terima dari TUHAN sedemikian besar dan mahal, dengan kekuatan TUHAN atau oleh Kasih Karunia Tuhan itu, dia akan menjalani hidupnya TIDAK di dalam dosa! Itu yang benar.

Ngomong-ngomong soal asuransi, mengapa saya begitu ‘klik’ ketika perumpaannya adalah seputar asuransi….

Aku jadi ingat beberapa tahun lalu, mobilku yang sedang diparkir manis depan kantor mendadak diserempet mobil berbodi besar karena pengemudinya ngawur.

“Asuransi nggak?” tanyanya.
“Enggak!” jawabku singkat menahan kesal.

Setelah “diskusi agak alot”, aku terpaksa menerima uang 300ribu darinya. Padahal aku meminta 500ribu.

“Mobil saya juga lecet tuh…tuh… liat deh…” katanya.
“Ya mobil saya juga lecet!” kataku masih menahan emosi.
“Mobil saya kan lagi parkir. Situ yang nabrak. Ya bukan salah saya kalau mobil Mbak lecet,” jawab saya.

Wanita itu akhirnya ‘ilfil’ setelah perdebatannya tidak membuahkan hasil. Dia pun batal memakan durian yang memang buka ‘stan’ di depan kantor. Dia yang mengaku mobilnya berasuransi saja kesal karena mobilnya lecet. Bagaimana dengan aku? Tanpa asuransi dan dalam kondisi parkir tapi terkena tabrakan…. Pastinya amat sangat kesallll.

Satu cerita lagi…

Beberapa minggu lalu, seorang agen asuransi menawariku untuk mengasuransikan mobil. Ada kalimatnya yang tidak kusukai, yaitu ini…

“Oh! Kalau premi asuransi, akan semakin tinggi kalau harga mobilnya rendah.”
“Hah? Kok bisa begitu?”
“Iya, dalam dunia asuransi, logikanya begini. Mobil-mobil di jalanan yang nyetirnya sembarangan apa? Avanza, Xenia, betul kan?”
“Iya.”
“Nah, itu logikanya. Karena mobilnya harganya murah, jadi resikonya di jalanan akan lebih tinggi. Itu sebabnya preminya per tahun akan lebih tinggi dibanding mobil yang mahal.”

Hmm… aku kok bingung ya dengan logika model begitu. Sekalipun mobil itu berharga rendah, dan memiliki asuransi, mana ada pemilik yang mau menabrakkan mobilnya dengan mobil lain?

“Memangnya kalau masuk bengkel, dapet mobil pengganti?” tanyaku lagi.
“Enggak!”

Lah… terus logikanya dimana Koh? Kalau mobilnya nabrak, lalu diganti asuransi, dan dibengkelkan gratis. Memangnya tanpa biaya?

“Sekali klaim berapa sekarang?”
“300 ribu!” jawabnya.

Nah!! Sudah kena bayar tiga ratus ribu, kena pula “biaya ngeteng” alias naik angkutan umum selagi mobil yang tercover asuransi sedang masuk bengkel karena nabrak (sengaja ditabrakkan oleh pemiliknya, kalau menurut logika si engkoh agen asuransi tadi). Bukankah selama mobil masuk bengkel, aku wajib berjibaku di jalan raya dengan lebih tidak nyaman?
Pastinya!

Bukankah aku harus naik bis tanpa AC (sekalipun dengan AC atau naik taksi), dengan waktu berangkat dari rumah yang jauh lebih pagi supaya aku bisa datang ke kantor seperti kalau ada kendaraan sendiri? Yup!

Ah! Harga yang terlalu mahal, yang tidak seharusnya kubayar.

Sungguh logika yang aneh….

Begitu juga pembahasan dalam medsos FB mengenai “Gereja Hypergrace”…. Menurutku aneh.

Mengapa ketika “Grace” diajarkan, begitu banyak reaksi negatif bermunculan? Jangan-jangan karena ketidaktahuan apa arti Grace yang sebenarnya.

Sebab jika seorang manusia mengerti betul apa arti Grace yang ia terima dari Penciptanya, maka ia akan menjagai hidupnya atau apapun yang Tuhan percayakan kepadanya dengan baik, dan bukan di dalam dosa. Itulah Grace yang sebetulnya… 

So… Stop talking about GRACE in negative way, if you don’t even understand the meaning of GOD’S Grace… Please…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

4 Responses to HYPERGRACE?

  1. Etto says:

    “Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.””
    ‭‭Lukas‬ ‭7:44-47‬ ‭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s