Pulangggg!! 22 Jun 2015

22 Juni, Senin

IMG-20150619-WA0028Ternyata supir sudah tiba pukul 7.

“Nih… disini tertulis pukul 7,” katanya ke aku dalam bahasa Inggris.

Ya sudahlah. Toh sudah siap. Kita meluncur ke bandara Suvarnabhumi dan transit di Changi sekitar 4 jam, lalu terbang kembali ke Indonesia.

Sempat terjadi insiden kehilangan gembok, sehingga koper yang kupakai harus mengalami “kekerasan” sedikit untuk merusak si gembok dan memindahkan barang-barang seorang teman sesuai perjanjian.

“Na. Mendingan koper elu yang di-bagasi-in, karena muatnya lebih banyak,” katanya.

Ya sudahlah, karena berat barangku di dalam sudah 8 kg, yang artinya lebih 1 kg dari yang diijinkan. Sementara barang temanku terlalu banyak melebihi kapasitas koper yang dibawanya. Tapi ide yang tadinya tidak kusetujui ini ternyata memang membawa “berkah” tersendiri… yaitu harus ketinggalan kunci gembok… Gembok si M dirusak waktu aku tiba di rumah…

“Bukan masalah harganya! Tapi kan barangnya nggak ada lagi. Gua suka warnanya, kuning…” kata M.

Apa mau dikata….

Begitulah kisahku 5 hari 4 malam di kota Bangkok, dengan kesimpulan:

  • Kota yang sangat ramai dengan banyak kutemukan pasangan LGBT serta “bences2” di dalamnya…
  • Yang menarik hanya makanan dan harga barang-barangnya yang murah… meriah!
  • Jalanan di kotanya mulussss, membuatku terkagum, karena jalanan kota Jakarta amat sangat jauuuhhh tertinggal, ya dari segi kemulusan, dan dari segi teknologi pembuatan jalan. Padahal katanya Indonesia ini penghasil aspal. Tapi jalannya luar biasa. Kalau nggak bolong, ya bergelombang. Mengherankan.
  • Tapi yang lebih mengherankan lagi, di Jakarta dengan kondisi jalanan yang seperti itu saja pengendara pada ngebut, bagaimana kalau jalanannya semulus Bangkok… Mungkin akan jauh lebih ngebut, dar-der-dor srempet sana srempet sini. Oh iya satu lagi, pengendara di sana amat sangat tertib. Semua berbaris rapi di jalurnya. Tidak seperti di sini yang luar biasa semrawutnya…
  • Penduduknya cukup ramah, walaupun masih kalah dibanding penduduk di Indonesia. Tapi dibanding Negara tetangga lain seperti Singapura atau Filipina (Manila khususnya), Thai jauuuh lebih ramah.
  • Penipuan juga jarang dilakukan oleh pencari uang seperti pengemudi tuktuk atau taksi. Tidak seperti di Manila, pengemudi kereta wisata, yang waktu di akhir perjalanan menurunkan kami bertiga di jalanan yang sangat sepi, lalu “memalak” sampai ratusan peso dengan alasan, tarif yang ia bicarakan di awal perjalanan HANYALAH tarif untuk tiap SETENGAH JAM!! Luar biasa mengesalkan, sekaligus memalukan negaranya…. Kesan negatif itu tidak akan pernah hilang dari memoriku. Makanya, berhati-hatilah penduduk Indonesia, jangan pernah menipu turis dari negara manapun… karena hal itu memalukan negeri sendiri. Mungkin ini juga yang membuat Thailand menjadi tujuan wisatawan mancanegara, yaitu karena penduduknya tidak dipenuhi dengan ‘penipu turis’.
  • Satu lagi… Bangkok jauuuh lebih bersih! Penduduknya tidak hobi buang sampah sembarangan. Sekalipun di pasar… Hebat!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s