Virtual Reality…

IMG_20150717_123710Pagi itu aku dan kedua teman (L+N) agak terlambat keluar dari rumah si L, karena menunggu N selesai berdandan dan mengeringkan rambutnya. Hari masih agak gelap, sekitar pukul 5 lewat 15. Kami meluncur ke arah Semanggi untuk menjemput 2 orang teman lain (P+A) yang menunggu di bawah jembatan penyeberangan. Setelah lengkap berlima, kami langsung meluncur ke Bandung. Di tengah jalan, rasa kantukku menyerang. Aku menepi ke “rest area” yang ternyata sangat ramai dengan antrian mobil-mobil yang ingin mengisi bahan bakar.

“Untung kita semalem udah isi BBM!” kata L.

Setelah terlepas dari keruwetan di “rest area”, aku bertukar posisi. Si L yang mengemudi. Tiba di Bandung, kami makan di GOR. Aku memilih bubur ayam. Teman-teman membeli bakso goreng yang dijual lima ribu Rupiah per satuannya. Selesai itu kami menuju ke beberapa tempat, namun banyak yang “gagal” karena tutup. Aku bahkan tidak berhasil membawa pulang ‘oleh-oleh’ titipan orang rumah, karena tokonya tutup. Hmm… yah sudahlah… Jalanan Bandung muacetnya luar biasa. Tapi kami sempet mampir ke satu outlet RM dan ketiga teman menenteng belanjaan masing-masing.

Setelah itu kami meluncur ke kedai kopi di daerah Dago setelah mencari dan menemukan kedai lain banyak yang tutup.

Kesimpulanku untuk kepergian kali ini:

  1. Jaman sekarang mencari komunikasi yang sehat dan normal itu susah. Sudah lama tak berjumpa, begitu bisa pergi bareng malah pada diam. Asik dengan HP masing-masing. Kayanya jadi lebih akrab sama yang jauh dan nggak kelihatan muka ketimbang sama yang di depan mata. Protesku tak digubris. HP tetap di tangan masing-masing. Ya sudahlah. Tidak mungkin menetapkan peraturan “Kalau pergi sama gue, dilarang ‘autis’ sama HPnya”, karena terkadang aku juga harus mengecek HP untuk urusan pekerjaan.
  2. Mungkin ini memang fenomena akhir jaman. Manusia makin cinta sama dirinya sendiri dan kehilangan kepedulian satu sama lain. Gara-gara lebih mementingkan eksistensinya di dunia maya, sampai-sampai yang kasat mata terabaikan.
  3. Betapa nyamannya punya teman yang mengerti seluk-beluk kota Bandung, karena memang tinggal di sana🙂 Perjalanan jadi begitu mudah. Petunjuk-petunjuknya juga jelas, sesuai profesinya… Auditor di KAP. 
    “Pantes detil! Jelas banget kalau kasih arahan di jalan!” kataku memuji.
So, overall… perjalanan cukup menyenangkan. Tapi sayang… sangat kekurangan komunikasi yang menggembirakan. Welcome to the world of Virtual Reality… (Judul film yang ternyata jadi kenyataan….)
 
Dan sekitar pukul 10 malam, kami baru keluar dari Bandung untuk kembali ke Jakarta. Tiba di rumah pukul 1.30 pagi, mandi, gosgig, lalu tidur dan keesokan pagi bangun pukul 9!! Molor abis…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal, Life. Bookmark the permalink.

2 Responses to Virtual Reality…

  1. Etto says:

    Hi,

    Unlike your other writings in the past, this one on the subject your a day return trip to Bandung is more like someone that report had a bad day or bad trip to Bandung.

    Honestly I want to read more entertaining words so the readers can imagine your situation, feel what you felt, even get the bored and the disappointment, and get the message clear enough to decide what to do and react in this social media rules generation.

    Thank you for share and really appreciate your effort.

    Please be encourage and keep on writing.

    E

  2. Inspirations says:

    Thanks for your input E. Sangat membangun!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s