KASIH KARUNIA TUHAN memang harus HYPER

RedSkyPagi ini aku tiba di kantor pukul 8. Terlalu pagi. Aku bahkan tidak menyadarinya. Sampai ketika di tengah jalan, aku melihat mobil yang “tumben-tumbenan” jumlahnya sedikit, baru aku melihat jam di dashboard dan …

“Ah! Kepagian ternyata!” kataku dalam hati.

Aku tidak nyenyak semalam. Sekitar pukul 4 pagi, aku sudah terbangun. Dan sulit tidur lagi. Pikiranku melayang-layang ke sebuah kisah nyata dari seseorang. Mendengar itu pikiranku mulai memroses. Perlahan tapi pasti, menghasilkan kesedihan di hati, yang membuatku terjaga saat dini hari.

Bagaimana tidak, gereja yang kubangga-banggakan, yang kepadanya kuberi rasa hormatku, ternyata sampai pada titik ini. Titik terendah menurutku. Meributkan sebuah, yang katanya, “pengajaran” baru. Padahal menurut kata seseorang lain yang sudah jauh lebih mengerti, semua isinya Alkitabiah alias tidak ada yang salah. Lalu dimana salahnya? Mengapa begitu ketakutan dan merasa sangat tidak aman, sampai-sampai harus memberikan skorsing dan bahkan memberhentikan beberapa pengerja gereja yang katanya mendukung “ajaran” ini. 

“Apa mungkin karena jumlah perpuluhan yang masuk menurun drastis ya?” kata seseorang itu mencoba menganalisa.

Ah! Itu dia kemungkinan terbaik. Kalau bukan untuk mengamankan aset materi, lalu apa?

Bukankah jauh lebih baik jika setiap jemaat bisa mengerti arti sesungguhnya dan mengalami KASIH KARUNIA Tuhan yang memang ajaib itu? Sehingga setiap jemaat tidak lagi berani melanggar batas/pagar dosa ketika mereka mengerti? Setiap jemaat tidak perlu lagi pakai topeng dan berubah jadi “malaikat” hanya ketika berada di lingkungan gereja dan komunitasnya?

Atau jangan-jangan memang benar, semua hanya karena masalah “pendapatan gereja” yang sangat perlu dijaga kestabilannya. Ibarat keluarga yang sudah punya gaya hidup terlalu tinggi, sehingga harus terus dipertahankan. Sebab ketika pendapatan keluarga itu mulai menurun, gaya hidup yang sudah berada di atas, sudah terlalu sulit diturunkan. Jadi pendapatan tidak boleh menurun… karena nanti kebesaran pasak dibanding tiang alias rugi… 

Aku setuju dengan tulisan seseorang yang lain, bahwa yang namanya Grace itu memang harus HYPER! Karena kalau tidak HYPER, namanya bukan Grace. Tuhan Yesus sudah mengasihi kita pada waktu kita masih dalam dosa. Sampai DIA rela mati terhina di atas kayu salib, demi mematahkan kutuk dosa dan menebus setiap kita/mengeluarkan kita dari lumpur dosa.

Mirip seperti yang digambarkan dalam cerita film kartun Hercules. Ketika wanita yang ia cintai sudah meninggal, secara sadar dia memilih untuk mengambil resiko kehilangan semuanya, termasuk nyawa, untuk turun ke lubang kematian, demi menyelamatkan si wanita. Dengan segenap hati, jiwa dan raga, dia biarkan tubuhnya nyaris tinggal debu, sampai akhirnya dia berhasil membawa pergi si wanita dari lubang maut. Akibat tindakan heroiknya itulah, ia justru mendapatkan kembali semua yang selama ini dicabut oleh ayahnya sang dewa Neptunus. Ya jabatan, ya status sebagai anak dewa.

By the way, yang pasti Tuhan Yesus jauh lebih heroik dan ajaib dari itu. Itu cuma kisah legenda. Tapi Tuhan Yesus kisah nyata.

Sedih dan sedih. Tapi aku harus menghadapi kenyataan, bahwa semua memang sedang dimurnikan, dimana dalam prosesnya, apa yang ‘asli’ akan muncul ke permukaan dan jadi tontonan banyak orang. 

Pilihan ada di tangan masing-masing, karena at the end cuma tinggal diri kita sendiri di hadapan ALLAH SANG PENCIPTA.

Buatku, yang paling layak mendapatkan kata “HYPER” di depannya, hanyalah kata “GRACE”!! Grace of God. Titik.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5: 8 )

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

2 Responses to KASIH KARUNIA TUHAN memang harus HYPER

  1. etto says:

    “Tidak ada dosa yang bisa memisahkan seorang percaya dari Kasih Tuhan Yesus, sekalipun orang ini berzinah 1000 kali dan membunuh 1000 kali dalam sehari.”

    “Selama kamu didunia ini, siapapun akan tetap melakukan dosa.”

    Seseorang bisa berdosa dengan dahsyat, tetapi tetap Kasih Karunia jauh lebih dahsyat.

    (Kutipan dari Martin Luther, 1520 – Bapak reformasi protestan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s