Cuma Yang Bermanfaat!

Cover FinalHari ini, 15 Agustus. Aku terbangun dalam galau. Entahlah. Ingin rasanya merayakan yang seru-seru. Tapi apa daya… sepi-sepi saja nyatanya. Aku jadi bingung sendiri mau melakukan apa. Tidak lama aku menerima pesan dari klien yang akan datang ke kantor.

“Hari ini saya nggak ke kantor Bu. Tapi bisa saya titip ke teman saya,” kata saya.
Aku tambah galau setelah membaca WA si ibu.
“Jam 11 saja Bu datangnya,” lanjutku.

Beberapa menit kemudian, ibu yang sama menjawab akan datang lebih pagi, apakah bisa. Aku jawab, “Bisa! Lalu menginfo teman bahwa si ibu akan datang lebih pagi. Tapi aku masih galau. Kalau temanku belum datang dan si ibu sudah muncul di kantor bagaimana?

Akhirnya aku meluncur ke kantor.

Dan… begitu tiba, ah… laptopku tertinggal di rumah!!

Ya sudahlah… Setelah menitipkan barang yang akan diambil si ibu ke temanku yang sudah datang, aku pulang lagi.

Sampai rumah aku mencuci mobil. Mengisi waktu luang, sekaligus “berolah raga”, dan… mendapatkan hasil mobil yang bersih. Ehm… lumayanlah setidaknya sudah jauh lebih bersih ketimbang sebelumnya. Mobilku used to be amat sangat kotor… Di sekitar rumah tidak ada tempat cucian mobil (carwash) yang OK, jadi aku kerap menunda mencuci. Tadinya ingin cuci di dekat kantor. Tapi tidak jadi, aku memilih pulang, ketimbang kena macet kalau terlalu siang.

Jadilah… setiba di rumah, aku berganti “pakaian perang”. Termasuk mengenakan bando supaya poniku tidak terlalu mengganggu. Dengan anting putih yang masih menempel di telinga, aku terlihat agak kacau penampakannya. Dan karena baru pertama kali mencuci mobil sendiri, beberapa step agak berantakan, aku harus bolak-balik masuk rumah karena kurang “terorganisir” dan “tersistem”, jadi alur mencucinya agak kacau juga. Beberapa tetangga yang melihatku mencuci mobil, seperti penuh dengan ekspresi misterius. Entahlah apa yang ada dalam pikiran mereka. Kasihan? Rajin? Pintar? Ah… biar saja. Aku terus mencuci, walau agak malu-malu. Ini pengalaman pertamaku melakukan atraksi di depan para tetangga, mencuci mobil, sendirian!

Kusiram seluruh bodi mobil, kusabuni, lalu kusiram lagi, dan kulap sampai kering. Beres!

Hmm…. Beberapa bagian agak kurang memuaskan.

Seharusnya bisa lebih bersih, tapi sayang, karena di ujung selangnya tidak pakai “semprotan”, dan lagi agak bocor, jadilah di dalam rumah ada genangan sedikit yang harus kubereskan setelah selesai mengelap mobil. Ini juga yang membuatku memilih untuk mempersingkat waktu mencuci, termasuk pertimbangan untuk menghemat air di musim kemarau seperti ini. Dan itu tadi… agak malu dilihat tetangga yang naik mobil berseliweran di depan rumah.

Aku terinspirasi dari seorang teman, yang waktu Lebaran kemarin mencuci 2 mobil kakaknya. Luar biasa! Daripada dicuci di luar, toh tidak bersih2 amat, jadi mending cuci sendiri, sekalian olahraga.

Hari jadi yang berawal galau, tapi ditengahi dalam sukacita…

Satu pelajaran kudapat. Hidup harus diisi hal yang bermanfaat (cuma yang bermanfaat). Jangan hanya mengatupkan tangan rapat-rapat! (diam saja maksudku…). Majuuuu!!!! Semangattt!!!

“Those who are wise will shine like the brightness of the heavens,and those who lead many to righteousness, like the stars for ever and ever” (Daniel 12:3) => salah satu dari ucapan selamat yang memberkatiku hari ini. Thanks a lot!!🙂

Dan 2 foto kenangan masa kecil dari sepupuku tercintrong:

IMG_20150815_063714

Aku dan Mbakku tercintrong

IMG_20150815_105033

Aku dan nenekku+sepupuku dan ayahnya🙂

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s