PenyertaanNYA Penuh!

Cover FinalMinggu lalu bukanlah minggu yang ringan buatku. Aku merasa galau. Secara fisik punggungku sakit sudah beberapa minggu lalu dan sulit tidur nyenyak kalau malam. Aku merasa sedih. Sepertinya kok hidupku begini-begini saja. Sampai puncaknya kemarin hari Minggu. Padahal aku sudah cukup mengisi waktu dengan menggoreng nasi, lalu membantu membuat bakwan jagung, mulai dari memblender jagung, bawang putih, bawang merah, lalu menuangkan tepung beras, sambil dibumbui merica dan garam oleh Mbakku tercintrong, lalu menggorengnya sesendok demi sesendok untuk satu porsi ukuran bakwan jagung. Selesai itu aku galau. Rasanya ingin kembali ke masa lalu. Padahal aku punya prinsip, sekali sudah kutinggalkan, tidak akan pernah aku mau kembali, karena kalau sampai aku memutuskan untuk pergi, itu berarti aku sudah tidak tahan tingkat dewa untuk tetap di situ. Tidak ada yang ingin kupertahankan lagi. 

Aku pun mengirimkan SMS ke seseorang. Dan tidak berapa lama dia menghubungi lewat telepon.

“Sedih nih. Gimana ya. Galau…” kataku.
“Balik aja! Katanya mau balik…” jawabnya.
Dalam hati aku berkata, “Loh… kok gitu jawabnya…”

Tapi di saat yang sama, tiba-tiba aku tersadar. 
“Nggak mau sih…” kataku.
“Lho, tadi katanya mau balik. Ya balik aja dong!” sahutnya.

Aku sadar, bahwa aku tidak mau balik lagi ke pekerjaan yang dulu. 
“Kenapa? Tadi katanya mau balik. Terus gimana?” tanyanya. Dan dia pun bercerita sedikit tentang dirinya dan pengalamannya. Aku mulai “bangkit”. 

Aku sadar, bahwa apapun yang pernah kulewati, walau seolah “begini-begini saja”, sebetulnya mengajari aku banyak hal. Hanya saja, aku kurang punya waktu untuk merenungkan semuanya. Seolah kubiarkan lewat saja, sambil lalu. Padahal begitu aku berdiam diri dan mengingat-ingat… semua pasti ada tujuan dan manfaatnya kelak. Entah apa. Tapi bukankah setiap detil kehidupan itu berharga? Tidak ada yang tidak berguna. Sebab TUHAN saja menciptakan (baca: mengijinkanku terlahir ke dunia) aku pasti bukan asal-asalan, alias ada tujuannya. Bukan untuk sekedar memenuhi bumi kan? Tapi untuk berkarya dan menjadi yang terbaik. The best I can be, wherever I am. Dimanapun DIA tempatkan, disitulah aku sangat bisa berkarya. 

Ehm…

Setelah itu kegalauan mulai sirna, aku pun mencuci mobilku, tidur sore 45 menit, lalu membuat “key chain untuk kunci mobil” dan lain-lain… 

Syukur kepada Tuhan yang telah membawaku menjalani proses kehidupan, dengan kepedulian dan penyertaanNya yang penuh!

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s