Adakah IMAN di bumi?

Cover FinalBeberapa hari belakangan aku terus berpikir… Kalau harga rumah segila ini, harga kebutuhan pokok juga setinggi langit, biaya studi meroket tidak manusiawi, harga mobil, kendaraan umum, BBM, kenaikan UMR yang terus dituntut oleh buruh, dll, dll, tentu akan membuat harga-harga barang di pasar semakin tak terkendali. Padahal, kenaikan upah/gaji tidak secepat itu. Mungkin ini yang menjadikan kota Jakarta termasuk salah satu kota termahal di seluruh dunia. Maksudnya, perbandingan antara uang yang harus dikeluarkan dengan uang yang diterima oleh per keluarga, jauh lebih besar. Alias besar pasak daripada tiang. Bahkan hanya untuk mencukupi kebutuhan pokok saja. Bukankah ini tidak masuk di akal? Tapi nyata. Ya. Hidup makin sulit. Walau ada beberapa orang yang sedang menikmati kekayaannya karena di saat seperti ini justru usaha atau pekerjaannya sedang membuahkan hasil (sedang mendapatkan kenaikan gaji dari kantor).

Tapi… dipikir-pikir… ada “peringatan penting” di dalam Alkitab mengenai Iman. “Adakah iman di bumi?” (Lukas 18:8).

Sepertinya konteks paling tepat untuk ayat ini adalah saat-saat ini. Dimana harga kebutuhan pokok terus meningkat. Dimana harga BBM juga tinggi. Dan biaya-biaya lain yang tidak bisa tidak harus dikeluarkan oleh setiap orang, sebab merupakan kebutuhan tingkat primer, yang harus dicukupi. Di sinilah kita diuji. Apakah masih tetap percaya bahwa TUHAN sanggup memelihara dengan memberikan berbagai macam jalan keluar/ide-ide segar untuk bisa dikerjakan dan pada akhirnya mencukupi apa yang memang seharusnya kita cukupi? Atau kita mulai kehilangan pengharapan dan putus asa menghadapi tantangan hidup? Akankah kita terus berusaha mengerjakan yang terbaik, ataukah kita mulai skeptis dan berpikir apapun yang kita lakukan tidak akan bisa membuat kebutuhan rumah tangga tercukupi?

Dalam cerita tentang hakim yang tidak benar, sesungguhnya kita diajar bukan hanya untuk terus berusaha dan bekerja, tapi juga tetap percaya, bahwa masih ada TUHAN yang bekerja untuk kita sekalipun tidak terlihat. Tetap percaya bahwa penyertaanNya selalu ada… dalam setiap waktu dan langkah hidup kita. 

Perumpamaan tentang hakim yang tak benar (Lukas 18)

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa 1  dengan tidak jemu-jemu. f  18:2 Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku g  terhadap lawanku. 18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang h  dan akhirnya menyerang aku.” 18:6 Kata Tuhan: i  “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru 2  j  kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka 3 . Akan tetapi, jika Anak Manusia k  itu datang, l adakah Ia mendapati iman di bumi 4 ?”

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s