The Service that makes perfect!

 bakmi godokSiang tadi aku mencari makan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan dekat kantor. Sebelum sampai ke tempat makan yang kutuju, aku melihat sebuah rumah makan baru. Iseng ingin mencoba, aku pun masuk ke dalam. Kosong melompong. Tidak ada seorang pun yang mampir, padahal sudah pukul 12 lewat. Aku agak ragu apakah tetap akan makan siang di situ.

“Ada nasi goreng kambing nggak Mbak?” tanyaku setelah melihat menunya kurang cocok dengan seleraku. Serba kambing dan pedas!

“Ada!” jawabnya. Padahal menu yang kutanya tidak tertulis di lembar yang kupegang.

“Ya udah nasi goreng kambing deh satu. Minumnya es teh tawar!” kataku.

Aku pun duduk, dengan hati ragu. Enak nggak ya kira-kira. Kok sepi begini….

Tidak lama datanglah si es teh tawar. Aku pun meminumnya, karena hawa memang sedang sadis, panasnya minta ampun.

Tidak lama nasi gorengnya keluar dan disajikan di depanku. Porsinya sangat banyak. Tapi karena siang, jadi aku pikir tidak apa-apa, bisa kuhabiskan. Ternyata… daging kambing yang dipotong kecil-kecil teksturnya alot. Dan lebih mirip nasi goreng baso sapi, sebab irisan baso sapinya jauh lebih banyak ketimbang si kambing. Rasanya lumayan enak, tapi… pedas! Aku makan pelan-pelan. Lama kelamaan, aku merasa seperti berada di dalam oven panas! Aku baru sadar, itu ada kipas angin di atas, tapi tidak dinyalakan. 

“Mbak, tolong nyalain dong kipas anginnya. Panas banget nih!” kataku akhirnya. Karena si embak kok cuek saja melihatku kepanasan. Sungguh pelayanan yang mengecewakan.

That will be the first and the last place yang akan kukunjungi. Nggak bakal lagi aku ke situ. Pelayanannya sangat tidak baik. 

Berbeda dengan rumah makan yang biasa kukunjungi, walau jarang. Tapi kalau sudah tidak ada makanan lain/tidak bawa makan dari rumah, aku pasti ke situ. Selain menunya enak, bakmi jawa, penjualnya pun ramah. Melihat aku masuk ke dalam ruangan, pasti langsung ia nyalakan AC-nya. Padahal hanya ada aku seorang diri. Sedangkan yang tadi? Kipas angin saja tidak mau dinyalakan. Harus diminta dulu baru dinyalakan, dan dengan gerakan yang ogah-ogahan. 

Pantas saja rumah makan si bakmi jawa, jauh lebih ramai. Pernah aku datang ke situ dan harus menunggu sedikit lebih lama, bahkan nasi saja nyaris kehabisan. Karena pelayanan mereka jauh lebih excellent! Tamu yang datang dilayani selayaknya seorang tamu. Bukan tukang tagih hutang yang kalau bisa pergi cepat-cepat dari ruangan sebab udaranya makin lama makin panass!

Si Bakmi Jawa jelas beda. The service they give just makes everything perfect!

Btw, harga menu di bakmi jawa lebih murah, tapi pelayanannya jauh lebih bernilai tinggi…

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Daily Journal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s