Dipermalukan Pihak Ketiga

By the way, seandainya ada yg menyadap pembicaraan kita-kita… apa iya semuanya isinya enak didengar? Hmm….

Di era kemajuan teknologi yang tak terbendung seperti sekarang ini, apa sih yang tidak bisa dilakukan manusia untuk terhubung dengan manusia lain? Tidak ada. Semua bisa. Semua mungkin.

Mulai dari HP, smartphone, ideaphone, i-phone, etcetera-phone, alias “dan lain-lain” media. Lalu ke internet, mulai dari chating lewat desktop pakai Yahoo Messenger yang sudah banyak ditinggalkan orang karena sering nge-lag alias sudah send tapi yang di-send tidak terima, (baru beberapa hari lalu aku mencoba mengunjungi kembali account YM-ku, dan isinya…. tidak terlalu mengejutkan, yang online cuma amat sangat sedikit), lalu chating pakai Whatsapp yang makin canggih, sudah ada fitur “receive dan read” seperti BBM, dengan kelebihan: bisa lewat desktop!

Fitur chating apalagi? Viber, Skype, telepon tak berbayar alias via aplikasi-aplikasi chat termasuk BBM dan WA, Viber, dll? Semua bisa lewat media. Mau berjauhan sudah tak terasa terpisah, kecuali kalau ingin bertatap muka secara nyata, bukan virtual atau lewat layar HP atau desktop. 

Nah, lewat media-media tersebut, bukankah memang amat sangat rentan diketahui pihak ketiga, alias orang yang tidak kita ajak berhubungan? 

Tentu!

SMS saja bisa dilacak dikirim dari posisi mana pada waktu kapan. Itu sebabnya para teroris yang sok-sok an ingin mengirimkan ancaman bom via SMS bisa ditangkap berdasarkan runutan posisi terakhir dia kirim SMS.

Dunia yang semakin canggih, justru semakin rentan. Rentan terhadap penyadapan oleh pihak ketiga.

Aku pernah nonton film, dimana seseorang diincar dan disadap sedemikian rupa, bahkan ketika semua media komunikasi sudah dia buang, tetap saja terlacak, karena ternyata kancing bajunya adalah benda penyadap! 

Mengerikan…

Dan terhubung ke kasus SN serta MRC dan MS yang sedang heboh diberitakan, aku kok terpikir satu hal. “Seandainya satu ketika, pembicaraanku juga disadap, dan dipublikasikan…. Apakah isinya semua positif, membangun, menguatkan orang lain? Atau ternyata ada saja salah-salah kata, salah kalimat, omongan memalukan, atau apapun itu yang tidak pantas untuk didengar orang lain/pihak ketiga?

Belum lagi isi media file di dalam HP/komputer/laptop atau apapun itu medianya, yang walaupun sudah dihapus filenya tetap bisa di-recall alias dipanggil kembali sehingga muncul berita-berita memalukan dari para artis/selebritis yang pernah mengambil gambar mesum (foto/video) dan menyimpannya dalam media komunikasi lalu kehilangan/kecurian, dan lalu foto-foto/video2 mesumnya tersebar di internet?

Hmmm…. kalau SN (yang mulia ketua dewan perwakilan rak….) juga akhirnya terbongkar permainan “kotor”nya di belakang layar, satu saat setiap orang juga bakal terbongkar… 

Hikmahnya adalah: 

Berhati-hatilah dengan ucapanmu (ucapanku) dan tingkah lakumu (ku), karena semuanya sangat bisa direkam, disadap, di-recall, lalu digunakan untuk konsumsi publik, padahal seharusnya bersifat rahasia…

Lebih baik mencegah daripada sudah kepalang dipermalukan orang lain selagi masih hidup di dunia.

About Inspirations

Hi. I am just an ordinary person who loves to write.
This entry was posted in Life, Relationship. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s